Peneliti AS mengatakan, lansia atau warga berusia 60 tahun ke atas yang terlalu banyak menghabiskan waktu sambil duduk bisa membahayakan kesehatan. Tidak peduli sesering apapun mereka berolahraga.
Resiko penduduk lanjut usia (lansia) menjadi lumpuh berlipat ganda untuk setiap jam tambahan dimana mereka menghabiskan waktu sambil duduk. Demikian hasil penelitian tim riset Northwestern Universíty yang dipublikasikan di Journal of Physical Activity & Health.
Resiko 50 persen lebih besar
Contohnya, "Ada dua perempuan berusia 65 tahun. Perempuan pertama duduk selama 12 jam per hari dan perempuan lainnya duduk selama 13 jam per hari. Perempuan yang kedua punya kemungkinan 50 persen lebih besar untuk menjadi lumpuh", demikian pernyataan tim riset.
Menjaga kesehatan dan berat tubuh, serta menyantap makanan yang sehat bisa membantu mencegah stroke. Tapi stroke bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Parahnya, tanda-tandanya bisa rancu.
Foto: Sebastian Kaulitzki - Fotolia.com
Cegukan pada Perempuan
Cegukan atau cikutan jika terjadi berkali-kali tanpa sebab apapun bisa jadi tanda orang mengalami stroke. Ini hanya ditemukan pada perempuan. Jika ini terjadi, orang juga merasa sakit di bagian dada, mati rasa dan limbung. Tetapi orang kadang tidak memperhatikan gejala ini, karena cegukan parah yang jadi pusat perhatian.
Foto: Fotolia/Piotr Marcinski
Tiba-Tiba Sangat Lelah
Tubuh perlu keseimbangan antara air, zat kimia dan hormon. Jika keseimbangan terganggu, ini bisa sebabkan orang tiba-tiba sangat lelah. Sistem yang mengatur hormon diorganisir otak. Jika stroke terjadi, darah yang mengalir ke bagian otak tertentu sedikit atau tidak ada. Jika itu terjadi, orang bisa merasa sangat lelah, tanpa sebab yang logis.
Foto: Colourbox
Penglihatan Terganggu di Satu Mata
Otak terbagi dua bagian yang mengontrol salah satu sisi tubuh. Jika stroke terjadi, gangguan penglihatan bisa terjadi di salah satu mata, dan segala sesuatu yang Anda lihat tampak dobel. Orang kerap menganggapnya efek kelelahan, atau membaca terlalu banyak, atau nonton TV dan terus menatap komputer. Tapi jika hanya satu mata berfungsi, ini bisa jadi indikasi jelas stroke.
Foto: Fotolia/coldwaterman
Kelumpuhan Salah Satu Sisi Tubuh
Seperti gangguan penglihatan, stroke hanya berdampak pada salah satu sisi tubuh, tergantung bagian otak mana yang terblokir aliran darahnya. Kelumpuhan atau kelemahan pada lengan atau kaki yang tidak hilang dalam beberapa menit bisa jadi indikasi tegas serangan stroke.
Foto: Colourbox
Limbung dan Bicara Tak Jelas
Jika salah satu bagian otak terkena stroke, keseimbangan tubuh terganggu, juga kemampuan bicara. Efek mirip bisa dilihat jika orang mabuk setelah menenggak minuman beralkohol. Tapi jika dampaknya tidak hilang setelah sejam berlalu, mungkin penyebabnya lebih serius. Jika salah satu sisi mulut tidak bisa digerakkan, kemungkinan bagian otak yang mengatur syaraf dan otot muka di bagian itu terganggu.
Foto: Colourbox
Sulit Berpikir dan Komunikasi
Jika mengalami stroke berarti bagian otak yang terserang kekurangan oksigen. Itu bisa menyebabkan orang tidak bisa memfokuskan pikiran, atau berkonsentrasi. Jika Anda kesulitan mencari kata dan menyatakan apa yang ingin Anda katakan, juga jika Anda sulit mengerti apa yang orang lain katakan, mungkin Anda mengalami stroke.
Foto: Fotolia/Faber Visum
Sakit Kepala Berat atau Migren
Jika stroke disebabkan blokade aliran darah, orang mungkin tidak merasa sakit apapun. Tetapi jika stroke disebabkan pendarahan di otak, orang mungkin merasakan migren. Jika migren atau sakit kepala berat muncul tiba-tiba, padahal tidak biasa merasakannya, sebaiknya cepat-cepat ke dokter.
Pengertian "lumpuh" disini adalah keterbatasan untuk melakukan aktivitas normal, seperti makan, berpakaian, mandi, masuk dan keluar tempat tidur, serta melangkah di dalam ruangan. Penelitian ini berdasarkan pengambilan sampel dari 2.286 orang dewasa berusia 60 tahun ke atas dari National Health and Nutrition Examination Survey.
Olahraga tidak cukup
Masalahnya, survey ini tidak mengamati responden survey sepanjang waktu. Tim riset tidak bisa menarik kesimpulan, apakah dengan hanya duduk dan tidak beraktivitas 100 persen menyebabkan kelumpuhan.
Kesehatan sendi sangat penting bagi aktivitas sehari-hari. Untuk itu, orang bisa mengkonsumsi makanan yang tepat. Selain itu ada cara lain juga untuk memperhatikan kesehatan sendi. Berikut 10 tips bagi sendi yang sehat.
Foto: picture-alliance/dpa
Bawang Putih
Hasil studi pakar sendi Dr. Frances Williams menunjukkan, bawang putih, bawang bombai dan daun bawang bisa membantu kesehatan sendi. Menurut studi itu, bawang tersebut mengandung zat yang mengurangi enzim merugikan pada jaringan tulang rawan.
Foto: Fotolia/Floydine
Kacang-Kacangan
Berbagai jenis kacang-kacangan mengandung vitamin E. Terutama almond mengandung vitamin E dalam jumlah besar. Sifat antioksidan yang dimiliki vitamin E menjadikan kacang-kacangan mampu menjaga dan melindungi kekuatan sendi.
Foto: margo555/Fotolia
Pepaya
Pepaya mengandung vitamin C dalam jumlah besar. Vitamin C tidak hanya baik untuk kekebalan tubuh melainkan juga bagi kesehatan sendi. Vitamin C membantu pembentukan kolagen, yang menjadi sebuah elemen penting dalam kesehatan kulit, jaringan ikat, tulang, gigi dan sendi.
Foto: picture-alliance/dpa
Apel
Kandungan kolagen di dalam makanan berserat ini akan membantu melindungi kesehatan sendi. Selain itu apel mengandung kalium yang membantu meredakan infeksi pada sendi. Sementara pektin dalam apel bisa mengurangi rasa sakit jika infeksi terjadi.
Foto: DW/Sirat
Brokoli
Sayuran ini sangat baik bukan karena hanya seratnya saja. Brokoli mengandung vitamin A, B, C, E, dan K yang dapat melindungi sendi dari penyakit penuaan dini.
Sepatu Yang Tepat
Sepatu yang tidak tepat terutama merugikan lutut, jika dipakai dalam waktu lama. Di samping itu, hak sepatu yang tinggi juga bisa menyebabkan masalah pada lutut dan punggung. Untuk itu sebaiknya tidak memakai sepatu dengan hak terlalu tinggi, atau yang datar.
Foto: Fotolia/Africa Studio
Memperhatikan Berat Tubuh
Bobot tubuh yang terlalu besar membebani pinggul dan sendi-sendi lainnya. Jika ini berlangsung untuk waktu lama, bisa menyebabkan antara lain kerusakan tulang rawan pada sendi. Oleh sebab itu berat tubuh juga harus diperhatikan.
Foto: picture-alliance/empics
Obat Sakit Tidak Berlebihan
Jika sendi sakit orang biasanya minum obat penghilang sakit seperti Aspirin. Itu memang bisa dilakukan, tetapi itu tidak menyelesaikan masalah sesungguhnya. Jika rasa sakit tidak kunjung hilang, lebih baik meminta saran dari dokter. Mungkin ada latihan yang bisa disarankan, untuk memerangi masalah sesungguhnya.
Foto: picture-alliance/ZB
Bergerak dan Berolahraga
"Wer rastet der rostet.“ Pepatah dalam bahasa Jerman ini artinya kurang lebih: yang tidak bergerak akan karatan. Demikian halnya dengan tubuh. Jika ingin punya sendi yang sehat, orang harus menggunakannya secara teratur. Gerakan tubuh seperti lewat olah raga memperkuat otot dan menjaga kelenturan yang juga mencegah rasa sakit.
Foto: Fotolia/Robert Kneschke
Olah Raga Yang Tepat
Olah raga penting untuk kesehatan sendi, tetapi jenisnya harus tepat. Tidak perlu olah raga berat, misalnya untuk jarak dekat berjalan kaki saja atau bersepeda, dan tidak menggunakan mobil. Untuk orang yang sendinya memang lemah, sebaiknya menghindari olah raga yang membebani lutut, seperti sepak bola, tenis atau joging. Lebih baik memilih olah raga berjalan seperti Nordic Walking.
Foto: Fotolia/Jacek Chabraszewski
10 foto1 | 10
Ketua tim peneliti Dorothy Dunlop dari Northwestern University Feinberg School of Medicine akan meneruskan penelitian untuk mengetahui penyebab dan efek secara terperinci. Ia sendiri terkejut, bahwa gaya hidup sedentary atau kurangnya aktivitas fisik, seperti duduk, dikaitkan sangat kuat dengan kelumpuhan.
"Artinya, dewasa yang lanjut usia harus mengurangi jumlah waktu yang mereka habiskan untuk sekedar duduk. Baik di depan televisi maupun komputer.Tidak peduli betapa aktifnya mereka dalam kegiatan seperti olahraga," demikian tegas Dunlop.
vlz/ap (afp, rtr)
Susah tidur, kulit kering, rambut rontok, tulang rapuh. Itu pertanda Menopause. Fenomena alami bagi perempuan ini bukan hal mengerikan, jika sebelumnya Anda mempersiapkan diri menghadapinya. Ini kiat-kiatnya.
Foto: Fotolia/Johan Larson
Cegah Defisiensi Vitamin D
Rendahnya tingkat vitamin D pada tubuh berpengaruh pada kerapuhan tulang saat menopause. Tubuh manusia secara alami memproduksi vitamin D ketika terkena sinar matahari. Paparan matahari 40 menit dalam sehari mencukupi untuk optimalkan tingkat vitamin D. Hal terbaik berikutnya adalah mengkonsumsi suplemen berkualitas baik.
Foto: Fotolia/XtravaganT
Minum air yang cukup
Dehidrasi dapat mempengaruhi sistem saraf, yang memicu rasa panas dalam tubuh. Tubuh membutuhkan air untuk mendukung proses detoksifikasi dalam ginjal, hati dan darah. Jika merasa lapar, minum segelas air dulu. Kemungkinan tubuh sedang mencoba untuk memberitahu bahwa badan kita membutuhkan air. Manusia kerap mendapatkan sinyal lapar bercampur dengan rasa haus.
Foto: picture-alliance/dpa/B. Pedersen
Jaga berat badan
Sekitar 90% wanita bertambah berat badannya saat masuki usia 35 sampai 55. Pemicunya fluktuasi kadar hormon. Hormon dan berat badan seiring sejalan, terutama jika terjadi dominasi kortisol atau kekurangan progesteron, testosteron atau estrogen. Lakukan tes darah dan coba untuk menjaga berat badan dalam rentang yang sehat.
Foto: Fotolita/Syda Productions
Makan sehat bagi hormon
Diet seimbang yang mengandung protein, karbohidrat an lemak dalam jumlah cukup sangat penting untuk kesehatan optimal dan membantu menjaga berat badan. Hormon phytestrogen dapat ditemukan pada tanaman seperti kedelai, kacang lentil dan alfalfa. Konsumsi makanan ini sebelum memasuki masa menopause.
Foto: Colourbox/Reezuan.Z
Kembalikan hormon alami
Pada masa menopause ada penurunan signifikan hormon, terutama; estrogen, progesteron dan testosteron. Hormon ini memainkan peran besar dalam melindungi otak, jantung, tulang dan juga gairah seksual. Kembalikan hormon alami pada tingkat optimal dan Anda akan mendapatkan kembali gairah seksual serta semangat hidup. Hormon bioentikal bisa jadi pilihan. Konsultasikan dengan dokter.
Foto: colourbox
Olahraga teratur
Umur bukan alasan untuk tak berolahraga! Olahraga teratur akan menjaga berat badan Anda, mengoptimalkan insulin dan menyeimbangkan kadar estrogen. Perempuan yang bergerak sedikit dan makan banyak memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi. 'Dominasi estrogen', bisa mengganggu mood.
Cobalah untuk menghindari wadah plastik saat memasak atau menyimpan makanan. Bahan kimia plastik dapat dapat mengandung estrogen sintetis Kadar rendah yang dapat mengganggu sistem endokrin. Racun yang mungkin lumer dari plastik benar-benar menyulitkan detoksifikasi, sehingga memancing serangan penyakit.
Foto: Stiftung Haus der Geschichte/Axel Thünker
Suplemen alami
Membantu mengatasi gejala menopause bisa dengan mengembalikan vitalitas tubuh Anda lewat asupan vitamin berkualitas tinggi dan mineral. Idealnya, menjelang atau ketika menopause, perempuan harus mendapatkan semua nutrisi dari makanan yang bervariasi, tetapi suplemen berkualitas bagus juga amat membantu.
Foto: Colourbox/Pressmaster
Mengurangi stres
Pekerjaan, problem kesehatan, keluarga dan masalah keuangan menyebabkan stres, yang dapat menumpulkan produksi hormon. Rileks, mandi air hangat, pijat, makan dengan baik dan cukup tidur. Kadang-kadang hal itu bisa membantu meringankan perasaan cemas dan stres.
Foto: Colourbox
Siap hadapi kenyataan
Meski usia Anda masih jauh dari rata-rata usia menopause, tak ada salahnya membuat perubahan ke arah gaya hidup yang lebih baik, mulai dari sekarang. Pasok tubuh dengan nutrisi yang baik, olahraga teratur dan cukup tidur. Juga jangan lupa ringankan hati dan banyak senyum. Niscaya kebiasaan itu mempermudah Anda ketika saat menopause tiba.