1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Tidak Ada Terobosan Baru Dalam Konflik Atom Iran

1 Desember 2007

Dalam sengketa atom Iran upaya perundingan antara Utusan UE Solana dengan mediator Iran Jalili, tidak tercapai terobosan baru. Hari Sabtu (01/12) Jalili kembali tegaskan Iran tidak akan tinggalkan program atomnya.

European Union Foreign Policy Chief Javier Solana, right, shakes hands with Saeed Jalili, left, Secretary of the Iran's Supreme National Security Council, in central London, Friday Nov. 30, 2007, prior to their meeting to continue discussions on the Iranian nuclear issue. (AP Photo/Lefteris Pitarakis)
Jalili (kiri) dan Solana (kanan)Foto: AP

Dalam perjanjian non-proliferasi nuklir tidak tercantum bahwa negara-negara yang menandatanganinya tidak memiliki hak untuk melakukan pengayaan uranium. Demikian dikatakan Jalili kepada wartawan di kedutaan besar Iran di London, hari Jumat kemarin, setelah pertemuannya dengan utusan khusus Uni Eropa Javier Solana. Sesaat seusai pembicaraan dengan Solana, Jalili masih mengatakan pertemuan itu berlangsung baik

“Seperti dapat Anda ketahui, baru saja selama 5 jam saya berbicara dengan Solana, dan kami melakukan negosiasi yang baik.”

Namun dalam jumpa pers di kedutaan besar Iran, nada suara mediator urusan atom Iran itu menjadi lebih keras. “Tidak dapat diterima bahwa Iran dihalangi melakukan hak-haknya, jika Iran telah memenuhi kewajibannya.” Demikian disampaikan Jalili.

Sementara diplomat Uni Eropa Javier Solana merasa kecewa terhadap pembicaraannya dengan Jalili

“Saya harus mengakui, bahwa dari perundingan selama 5 jam itu saya mengharap lebih banyak, dan oleh karena itu saya kecewa.”

Menurut keterangan Said Jalili, Iran tidak bersalah terhadap gagalnya perundingan dengan Solana kemarin. Kenyataannya bahwa mereka mempertahankan hak-hak Iran. Demikian dikatakan Jalili hari Sabtu (01/12) ini sekembalinya di Teheran. Lebih lanjut mediator urusan atom Iran itu menyampaikan, bila sejumlah orang kecewa karena mereka tidak dapat menghapus hak-hak Iran, yang sudah sewajarnya dimiliki itu masalah lain.

Dalam pertemuan dengan Solana, Iran menyodorkan tiga gagasan baik, yakni kerjasama di bidang peralatan militer, penggunaan damai energi atom dan pencegahan perluasan senjata atom. Usulan tersebut merupakan bagian dari permintaan Solana terdahulu, dan seharusnya ia dapat lebih memiliki harapan. Demikian dikatakan Said Jalili.

Pertemuan antara Jalili dan Solana hari Jumat (30/11) kemarin di London, dipandang sebagai peluang terakhir dalam upaya melunakkan sikap Iran dalam program atomnya. Dalam waktu dekat Solana akan menyerahkan laporan tentang program atom Iran. Berdasarkan laporan tersebut dan sebuah laporan dari Badan Energi Atom Internasional, IAEA, Dewan Keamanan PBB akan memutuskan penetapan sejumlah sanksi baru terhadap Iran. Hari Sabtu ini di Paris, kelima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman akan mengadakan pertemuan, untuk langkah selanjutnya dalam menghadapi konflik program atom Iran.