1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Tiga Jurus Menohok Samad

3 Februari 2015

Abraham Samad sedang didera badai tak berkesudahan. Terakhir pria asal Makassar itu dilaporkan oleh Feriyani Lim terkait pemalsuan dokumen. Inilah sejumlah serangan yang diniatkan menjatuhkan Samad dari pucuk KPK

Widodo mit Abraham Samad KPK Leiter Archiv Juni 2014 Jakarta
Foto: picture-alliance/epa/B. Indahono

Sejak Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus korupsi, badai politik menerpa pimpinan lembaga anti rasuah itu. Yang paling diincar adalah Abraham Samad.

Pria asal Makassar itu mendapat serangan bertubi-tubi yang berujung pada pelaporan kasus dugaan pemalsuan dokumen kepada Bareskrim Mabes Polri. Berikut sejumlah serangan yang diterima pimpinan KPK itu:

1. Foto Mesra bersama Elvira Devinamira

Di hari yang sama ketika Komisi III DPR meloloskan Budi Gunawan sebagai calon kapolri, beredar tujuh lembar foto yang menampilkan foto seronok ketua KPK Abraham Samad bersama Putri Indonesia 2014, Elvira Devinamira.

Di dalam foto Samad terlihat sedang bermesraan dengan Elvira. Keduanya berkenalan ketika mantan Putri Indonesia itu didaulat sebagai duta anti korupsi oleh KPK, April 2014 silam. Belakangan foto-foto tersebut dinyatakan palsu setelah diperiksa oleh tim forensik KPK.

2. Bola Panas dari Hasto Kristiyanto

Sepekan berselang serangan datang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Pelaksana Tugas (plt) Sekretaris Jendral PDIP, Hasto Kristiyanto berceloteh mengenai pertemuannya dengan Abraham Samad.

Hasto mengklaim Samad berambisi menjadi calon wakil presiden buat mendampingi Joko Widodo. Untuk itu ia melakukan enam pertemuan dengan petinggi PDIP yang saat itu tengah menjaring bakal cawapres pendamping Jokowi. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengakui kebenaran informasi tersebut.

Samad tahun lalu memang kuat diisukan akan berjejak di Istana Negara lewat pemilu. Berulangkali wartawan mencecarnya soal posisi cawapres yang kosong, baik di kubu Jokowi maupun Prabowo.

Berkaitan dengan ocehan Hasto, Samad dilaporkan oleh Muhammad Yusuf Sahide, Direktur KPK Watch. Pimpinan tertinggi KPK itu dituduh melanggar Pasal 36 juncto pasal 65 UU 30/2002 tentang KPK. Anehnya laporan Sahide dibuat berdasarkan tulisan anonim di Kompasiana berjudul "Rumah Kaca Abraham Samad."


3. Petaka Feriyani Lim

Berawal dari foto ranjang yang beredar di media sosial, Abraham Samad digoyang oleh kehadiran sosok Feriyani Lim. Perempuan muda itu berasal dari Pontianak dan digosipkan sebagai wanita simpanan Samad.

Lim telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan atas dugaan kepemilikan dana korupsi senilai 4 milliar Rupiah dan pemalsuan dokumen. Samad sendiri meragukan keaslian foto syur tersebut berbekal hasil analisa tim forensik KPK.

Namun beberapa hari kemudian Feriyani Lim justru melaporkan Samad ke Bareskrim Polri. Ia dituduh memalsukan dokumen negara. Samad diduga secara ilegal memasukkan nama Feriyani ke dalam Kartu Keluarga miliknya. Berbekal KK tersebut Feriyani kemudian membuat Kartu Tanda Kependudukan yang juga ilegal.

Sejauh ini mabes Polri sudah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) atas terlapor Abraham Samad. Namun Polri belum membubuhkan nama tersangka dalam surat tersebut.

rzn/as (berbagai sumber)