1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Tiga Polisi Jerman Tewas di Kabul

16 Agustus 2007

Serangan bom menewaskan tiga polisi Jerman Rabu (15/08). Kuat dugaan, insiden itu merupakan serangan terarah yang dilancarkan Taliban.

Tentara ISAF di lokasi kejadian
Tentara ISAF di lokasi kejadianFoto: AP

Bukan tempat yang indah untuk mati. Angin meniupkan awan debu di atas jalan kerikil, terbang entah kemana. Satu-dua rumah di atas bukit bisa dikenali dari bentuknya. Tak terlihat satu orang pun, tak ada seekor binatang pun. Semua tampak kering, tak ada tanda-tanda kehidupan.

Di tempat inilah, Rabu pagi, 3 polisi Jerman tewas, ketika ranjau meledakkan mereka ke udara. Di atas jalan kerikil itu jelas terlihat lubang dalam yang ditimbulkan ledakan.

Ranjau anti panser itu diperkirakan meledak pukul 9.15 waktu setempat. Ketika polisi dengan dua kendaraan sipil menuju lapangan tembak dan ledak dimana mereka ingin menyelesaikan latihan resmi menembak mereka. Ini hal yang lazim dalam tugas di luar negeri yang termasuk wilayah krisis.

Di salah satu kendaraan lapangan berwarna putih itu ditempelkan bendera kecil, kira-kira berukuran dua kali bungkus rokok. Daya ledak ranjau itu mestinya begitu kuat sehingga kendaraan jenis jeep itu terjungkir dan sepenuhnya hancur. Penumpangnya tak punya kesempatan untuk bertahan. Seorang petani Afganistan yang kebetulan menyaksikan insiden itu menuturkan:

"Ada beberapa mobil beriringan. Dua diantaranya terkena ledakan. 10 menit kemudian datang helikopter yang membawa banyak orang."

Mobil lain yang berjarak beberapa meter dari ledakan, hanya mengalami kerusakan ringan. Para penumpangnya selamat, tanpa luka dan segera memberi bantuan pertama.

Korban yang tewas diangkut dengan helikopter dan dibawa ke tempat yang tidak diketahui. Komandan polisi yang terluka segera dibawa ke rumah sakit militer Jerman yang berlokasi hanya beberapa kilometer dari tempat kejadian. Ia segera dioperasi dan terhindar dari bahaya maut.

Polisi Afganistan kemudian menutup lokasi. Salah satu di antara mereka mengatakan:

"Kami menyelidiki dengan seksama tempat kejadian perkara, untuk menemukan siapa yang meletakkan bom dan menangkap mereka."

Menurut informasi pemerintah Jerman, ketiga korban tewas adalah, kepala pengamanan personil di Kedutaan Besar Jerman yang merupakan Komisaris Tinggi Dinas pada Kriminal Jerman BKA, kemudian seorang pejabat polisi yang ditempatkan di BKA, dan seorang polisi Jerman yang ditugaskan untuk mengamankan Kedutaan.

Daerah yang dilalui para polisi Jerman itu dikenal berbahaya dan dikontrol secara ketat oleh pasukan penjaga perdamaian intermasional ISAF. Setiap hari, kawasan itu dilalui puluhan patroli militer.

Penduduk yang tinggal di wilayah ini terutama etnis Pashtun yang berasal dari selatan dan timur Afgansitan, dimana Taliban sangat kuat. Di antara mereka juga banyak terdapat pendukung Taliban.

Mereka juga dituduh polisi Kabul bertanggungjawab atas beberapa serangan terhadap jalan-jalan utama dari Kabul ke Jalalabad, dimana terdapat banyak kamp militer.

Penyelidikan di tempat kejadian perkara, masih berlangsung. Namun petugas dari ISAF dan kepolisian menduga, insiden itu merupakan serangan terarah yang dilancarkan oleh Taliban.

Memang, kelompok radikal tersebut dengan cepat menyatakan bertanggungjawab atas serangan, lewat jurubicara dan situs internet mereka.

Dari situlah aparat keamanan di Kabul berasumsi, ledakan tersebut betul-betul merupakan serangan terarah.