AS dan Cina Sepakat, TikTok Bisa Tetap Dipakai di Amerika
16 September 2025
Amerika Serikat dan Cina telah mencapai kesepakatan kerangka kerja terkait TikTok, ungkap Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Senin (15/09).
Kesepakatan tersebut akan memungkinkan platform berbagi video pendek tersebut untuk terus beroperasi di Amerika Serikat.
"Kerangka kerja ini untuk peralihan kepemilikan ke kendali AS," ujar Bessent kepada wartawan di Madrid, setelah perundingan selama beberapa hari.
Ia mengatakan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping dijadwalkan berbicara pada hari Jumat (19/09) untuk "menyelesaikan" kesepakatan tersebut.
Wakil Menteri Perdagangan Cina Li Chenggang mengonfirmasi kesepakatan kerangka kerja tersebut.
"Kedua belah pihak mencapai konsensus kerangka kerja dasar tentang penyelesaian masalah terkait TikTok melalui kerja sama, mengurangi hambatan investasi, dan mempromosikan kerja sama ekonomi dan perdagangan yang relevan," ujar Li seperti dikutip oleh kantor berita pemerintah Cina Xinhua.
"Cina akan dengan tegas melindungi kepentingan nasional, hak, dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan Cina," tambahnya.
Platform video ini sangat populer di kalangan anak muda di seluruh dunia, termasuk di AS.
Tenggat waktu ancam TikTok
Kongres AS tahun lalu mengancam akan melarang TikTok kecuali jika perusahaan induknya di Cina, ByteDance, menjual saham pengendalinya, supaya TikTok tidak lagi di bawah kendali Cina.
Para anggota parlemen khawatir tentang bagaimana perusahaan tersebut menangani data pengguna yang berbasis di AS, di tengah kecemasan mengenai pengaruh pemerintah Cina.
Trump telah berulang kali memperpanjang batas waktu penutupan aplikasi populer tersebut, sejak dia kembali menjabat pada bulan Januari.
Pada pertengahan Juni, ia memperpanjang batas waktu tersebut selama 90 hari, memindahkannya ke 17 September, untuk memberi waktu menemukan pembeli non-Cina atau menghadapi larangan di Amerika Serikat.
Oracle memainkan peran?
Indeks-indeks saham AS sebagian besar menguat pada hari Selasa (16/09) setelah Wall Street mencetak rekor baru, dan ekspektasi investor meningkat bahwa Federal Reserve akan mengumumkan pemangkasan suku bunga pertamanya di tahun 2025. Demikian dikutip dari Reuters.
Saham Oracle tercatat melonjak 5%, di tengah spekulasi bahwa perusahaan tersebut akan memainkan peran utama dalam kesepakatan AS-Cina untuk mempertahankan TikTok beroperasi di AS, setelah pemerintahan Trump mengumumkan kerangka kerja kesepakatan soal TikTok.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih
Editor : Agus Setiawan