Laporan Freedom House 2024 menyatakan bahwa kekerasan politik dan konflik bersenjata memicu penurunan kebebasan global. Namun di 34 negara, seperti Bangladesh, Bhutan, Sri Lanka, dan Suriah terdapat perubahan positif.
Menurut studi Freedom House Kashmir mengalami peningkatan kebebasan setelah pemilihan umum diselenggarakan di sana tahun lalu (arsip 11 Desember 2023)Foto: Tauseef Mustafa/AFP
Iklan
Kebebasan menurun di seluruh dunia pada tahun 2024, hal ini terjadi selama 19 tahun berturut-turut. Penurunan dipicu oleh konflik bersenjata, kekerasan politik, dan pemilihan umum yang pada tahun 2024 lalu digelar di banyak negara di dunia, demikian ungkap lembaga peneliti demokrasi, Freedom House, organisasi nonpemerintah yang mempromosikan demokrasi, dalam laporan tahunannya yang dirilis Rabu, 26 Februari 2025.
Namun di tengah penurunan secara global, Asia Selatan menunjukkan 'titik terang'.
Salah satu penulis laporan, Yana Gorokhovskaia, mengatakan bahwa tahun 2024 tergolong tahun yang tidak stabil, hal ini disebabkan banyaknya pemilu yang digelar di seluruh dunia.
"Gambaran besarnya, tahun ini (2024) mengikuti tren penurunan kebebasan global yang sama, tetapi karena banyaknya pemilihan umum,, tahun ini (2024) lebih dinamis dibanding tahun-tahun sebelumnya," jelas Gorokhovskaia.
Ayo berlangganan newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Terjadi perubahan di Bhutan, Senegal dan Suriah
Freedom House meningkatkan status dua negara menjadi negara "bebas". Yang pertama adalah Senegal, di negara ini oposisi memenangkan pemilu meski presiden yang sedang menjabat saat itu berusaha untuk menunda pemilu. Kedua adalah kerajaan Himalaya, Bhutan, yang telah menyelenggarakan pemilu nasional di tahun 2023-2024. Hal ini yang turut memantapkan proses reformasi mengalihkan kekuasaan dari monarki menuju demokrasi. Proses yang memakan waktu cukup lama.
Bhutan kini menjadi satu-satunya negara Asia Selatan yang berstatus "bebas”. Namun, Bangladesh dan Sri Lanka juga mengalami peningkatan besar dalam skor kebebasan. Warga muda Bangladesh membuat pemimpin yang bertangan besi, Sheikh Hasina, mundur dari jabatannya pasca revolusi yang terjadi Agustus 2024 lalu. Di Sri Lanka, Anura Kumara Dissanayake terpilih sebagai presiden dengan agenda anti-korupsi, mengalahkan dua partai yang telah lama dominan.
Suriah juga mengalami peningkatan dalam hal kebebasan dan kemerdekaan setelah pasukan pemberontak menggulingkan rezim Bashar Assad. Meskipun ada peningkatan, skor keseluruhan Suriah masih terburuk dalam indeks ini. Seperti Bangladesh, Suriah juga menghadapi tantangan yang berat untuk menyelenggarakan pemilihan umum yang bebas dan adil. Hanya waktu yang akan menunjukkanpeningkatan nyata dalam representasi politik, jelas laporan Freedom House tersebut.
2024: Tahun Pemilu Super Sibuk yang Ubah Lanskap Politik Dunia
Tahun 2024, pemilu berlangsung di berbagai benua digelar pada saat terjadi kerusuhan global, konflik Ukraina-Timur Tengah, setelah pandemi COVID-19 yang berdampak pada macetnya rantai pasokan dan inflasi yang tinggi.
Foto: picture alliance / Sipa USA
Bangladesh: Hasina berkuasa, lalu kerusuhan melanda
Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheikh Hasina memenangkan masa jabatannya yang kelima setelah Partai Liga Awami yang dipimpinnya meraup tiga perempat kursi parlemen dalam pemilu Januari lalu. Pemilu Bangladesh itu diboikot oleh oposisi karena dianggap "palsu". Aksi demonstrasi pecah Juli lalu dan memaksa Sheikh Hasina mengundurkan diri setelah 20 tahun memimpin.
Foto: Pavel Rahman/AP Photo/picture alliance
Taiwan: Susun langkah baru di bawah DPP
Ketua Partai Demokratik Progresif (DPP) Lai Ching-te dan pasangan cawapresnya Hsiao Bi-khim memenangkan pemilu presiden Taiwan Januari lalu. DPP kembali menjadi partai politik berkuasa untuk empat tahun ke depan. Cina sebagai seteru kecam pemerintah asing yang mengucapkan selamat kepada Partai Progresif Demokratik (DPP) dan presiden terpilihnya, Lai Ching-te, atas kemenangannya pada pemilu Taiwan.
Foto: I-Hwa Cheng/AFP/Getty Images
Pakistan: Pemilu penuh kecurangan dan kekacauan politik
Liga Muslim Pakistan-Nawaz, PML-N, yang didukung militer akhirnya sepakat dengan Partai Rakyat Pakistan, PPP, untuk membentuk koalisi pemerintahan setelah kekacauan pemilu dan perundingan alot. Tidak ada pemenang mayoritas yang jelas dalam pemilu yang diduga diwarnai kekerasan dan dugaan kecurangan awal Februari lalu. Baik Imran Khan maupun Nawaz Sharif sama-sama mengeklaim kemenangan kala itu.
Foto: Navesh Chitrakar/REUTERS
Rusia: Putin tetap berkuasa
Banyak yang menilai pemilihan presiden di Rusia Maret lalu hanya formalitas. Kemenangan Vladimir Putin dengan perolehan suara yang menembus rekor itu dianggap bukan hal yang mengejutkan. "87% [perolehan suara] yang diumumkan menegaskan bahwa rezim Putin semakin diktator,” kata Regina Heller, seorang peneliti di Institut Penelitian Perdamaian dan Kebijakan Kemananan di Universitas Hamburg.
Foto: EPA/RAMIL SITDIKOV/SPUTNIK/KREMLIN POOL
Korsel: Oposisi menang telak, Desember diwarnia aksi pemakzulan
April 2024, Partai Demokratik memenangkan suara mayoritas dalam pemilu parlemen, mengalahkan Partai Kekuasaan Rakyat yang dipimpin Presiden Yoon Suk Yeol. Yoon tetap menjabat sebagai presiden. Akhir 2024, oposisi ajukan pemakzulan terhadapnya terkait skandal darurat militer. Proses pemakzulan pertama gagal, tapi pemakzulan kedua diterima parlemen. Keputusan selanjutnya ada di Mahkamah Konstitusi.
Foto: Ahn Young-joon/AP Photo/picture alliance
Indonesia: Prabowo kalahkah Ganjar-Anies
Prabowo Subianto ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pemenang Pilpres 2024, didampingi putra Jokowi, Gibran Rakabuming sebagai wakilnya. Dua pesaingnya, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo berkukuh ada kecurangan dalam Pilpres 2024 sehingga mereka mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Prabowo banyak mendapat tentangan karena dugaan pelanggaran HAM.
Foto: DW
India: BJP Unggul, tapi…..
Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri India Narendra Modi unggul pada pemilu Maret 2024. Namun, ada satu fakta terkuak. Partai Hindu itu kehilangan suara mayoritas nasional setelah mengalami kekalahan besar di negara-negara bagian utama. Hal ini menandai perubahan dramatis dalam lanskap politik negeri itu, di mana selama ini BJP mendominasi hampir satu dekade terakhir.
Foto: Bhawika Chhabra/REUTERS
Parlemen Eropa: Terhimpit sayap kanan
Meskipun perolehan suara partai-partai sayap kanan di Prancis dan Jerman meningkat secara dramatis, hal ini tidak cukup untuk menggulingkan mayoritas haluan tengah di Parlemen Eropa. Hasil pemilihan Parlemen Eropa yang diumumkan 9 Juni 2024 ini membuat politisi konservatif Jerman Ursula von der Leyen tetap menjadi Presiden Komisi Eropa hingga tahun 2029.
Foto: Panama Pictures/imago images
Inggis: Partai Buruh akhiri 14 tahun kekuasaan konservatif
Partai Buruh memenangkan pemilihan umum Inggris Juli 2024, setelah meraih lebih dari setengah kursi di parlemen. Hasil ini menjadikan Sir Keir Starmer sebagai perdana menteri baru, menggantikan Rishi Sunak. Partai berhaluan kiri-tengah ini kembali berkuasa setelah 14 tahun berada di bawah pemerintahan sayap kanan Partai Konservatif. Partai Buruh juga kini menguasai mayoritas kursi di parlemen.
Foto: Phil Noble/REUTERS
AS: Lagi-lagi Trump
Dalam pertarungan ketat, Donald Trump meraup 277 dari 538 suara elektoral pada pemilu November lalu. Trump mengalahkan Kamala Harris, calon presiden dari Partai Demokrat yang masuk dalam bursa pencalonan setelah Presiden Joe Biden mundur dari pencalonan pada Juli. Sejak tidak lagi menjabat, Trump divonis bersalah atas 34 dakwaan terkait pembayaran uang suap dan kasus-kasus lainnya.
Yordania muncul sebagai titik terang lainnya di Timur Tengah dengan statusnya yang meningkat dari "tidak bebas” menjadi "sebagian bebas”. Pencapaian ini adalah berkat reformasi yang memungkinkan pemilihan umum yang lebih kompetitif.
Satu-satunya negara dengan nilai sempurna 100 adalah Finlandia, Swedia, dan Norwegia. Selandia Baru menyusul dengan skor 99.
Kashmir bangkit kembali
Kashmir yang diduduki India mengalami peningkatan skor terbesar dalam indeks kebebasan. Wilayah ini mengadakan pemilihan umum pertamanya sejak pemerintah nasionalis Hindu yang dipimpin oleh Narendra Modi mencabut status khusus Kashmir di tahun 2019.
Namun, India secara keseluruhan mengalami penurunan dalam hal kebebasan karena pemerintah beriupaya mendapatkan kekuasaan untuk penunjukkan pejabat di lembaga peradilan. Freedom House sebelumnya menurunkan peringkat India dari "bebas” menjadi "sebagian bebas” pada tahun 2021.
"Hak-hak politik sebagian besar bergantung pada ilembagai. Hak ini mudah dihancurkan tetapi sangat sulit dibangun,” kata Gorokhovskaia.
Iklan
Tanzania, Thailand, termasuk di antara negara-negara yang turun peringkat
Di sisi lain, empat negara, yakni Kuwait, Niger, Tanzania, dan Thailand ,diturunkan statusnya dari "sebagian bebas” menjadi "tidak bebas”.
Tahun 2024 pengadilan Thailand membubarkan partai politik yang memenangkan suara terbanyak dalam pemilu, kemudian perdana menteri yang diusung partai mayoritas kedua dalam pemilu turut diberhentikan.
Niger berada di bawah cengkeraman militer sepenuhnya setelah kudeta pada tahun 2023 yang menggulingkan presiden terpilih. Tanzania juga turun peringkat akibat tindakan berlebihan untuk menghentiakan aksi unjuk rasa.
Kuwait, Tunisia, El Salvador, dan Haiti mengalami penurunan kebebasan terbesar pada tahun 2024.Turkmenistan, Sudan Selatan, Sudan, dan Korea Utara tetap menjadi beberapa negara dengan skor keseluruhan terendah.
Sementara Indoneisa berstaus "sebagian bebas", sama seperti tahun sebelumnya.