Otoritas imigrasi AS mengatakan seorang perempuan berusaha menabrakkan mobilnya ke arah agen ICE. Wali Kota Minneapolis menolak klaim tersebut dan menyerukan agar petugas ICE meninggalkan kota.
Wali kota setempat membantah klaim bahwa perempuan itu mencoba menabrak agen ICEFoto: Christian Zander/NurPhoto/picture alliance
Iklan
Agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) pada Rabu (07/01) menembak mati seorang perempuan yang disebut mencoba menabrakkan kendaraannya ke arah petugas ICE, menurut keterangan otoritas Amerika Serikat (AS).
Dalam unggahan di X, Department of Homeland Security (DHS) atau Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan bahwa para agen ICE sedang melakukan penggerebekan di Minneapolis ketika "kerusuhan mulai menghalangi” pergerakan para agen.
"Salah satu perusuh yang bertindak brutal menjadikan kendaraannya sebagai senjata, mencoba melindas aparat penegak hukum kami dengan tujuan membunuh mereka, sebuah tindakan terorisme domestik," kata DHS.
Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, dengan tegas menolak klaim pemerintah federal bahwa para agen ICE bertindak untuk membela diri.
Frey mengatakan ia telah melihat video kejadian tersebut, di mana sebuah SUV Honda tampak menghalangi kendaraan tanpa tanda yang digunakan oleh aparat penegak hukum.
"Mereka sudah mencoba memutarbalikkan ini sebagai tindakan pembelaan diri," ujar Frey. "Setelah saya sendiri melihat videonya, saya ingin mengatakan langsung kepada semua orang, itu omong kosong."
Sementara itu, Gubernur Minnesota Tim Walz meminta publik agar tidak mempercayai "mesin propaganda” DHS terkait respons lembaga itu atas penembakan mematikan tersebut.
Orang-orang berkumpul untuk aksi protes setelah petugas ICE menembak mati seorang perempuan, Rabu (07/01)Foto: Bruce Kluckhohn/AP Photo/picture alliance
"Negara bagian akan memastikan ada penyelidikan yang menyeluruh, adil, dan cepat untuk menjamin akuntabilitas dan keadilan," tulisnya di X.
Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa penembakan fatal tersebut tampaknya merupakan tindakan membela diri. Ia juga menuduh korban telah dengan kejam menabrak agen ICE.
"Perempuan yang mengemudikan mobil itu bertindak sangat tidak tertib, menghalangi dan melawan, lalu dengan keras, sengaja, dan kejam menabrak Petugas ICE, yang tampaknya menembaknya untuk membela diri," tulis Trump di Truth Social.
Kembali Berkuasa, Trump Bikin Kebijakan Baru yang Kontroversial
Setelah dilantik kembali pada 20 Januari 2025, Donald Trump memperkenalkan kebijakan kontroversial seperti tarif tinggi, pembekuan dana internasional, hingga perubahan kebijakan luar negeri yang memicu ketegangan global.
Foto: Evan Vucci/AP Photo/picture alliance
Deportasi migran ilegal
Dalam pidato pelantikannya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan niat mendeportasi 'jutaan dan jutaan' migran ilegal. Pada minggu pertama Trump menjabat, hampir 2.400 migran ditangkap ICE, terutama yang pernah terjerat kasus hukum. Kongres AS juga telah meloloskan Lakes Riley Act, yang memungkinkan penahanan migran tanpa status sah untuk kejahatan berat dan pelanggaran ringan.
Foto: Isaac Guzman/AFP
AS mundur dari Perjanjian Paris
Pada hari pertama menjabat, Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk menarik AS dari Perjanjian Paris, yang kedua kalinya ia lakukan. Tindakan ini menuai kontroversi. "Emisi AS berperan besar dalam menentukan apakah kita bisa tetap di bawah batas 2 derajat dan 1,5 derajat," kata Laura Schäfer dari LSM lingkungan dan HAM, Germanwatch.
Foto: JIM WATSON/AFP
Hengkang dari WHO
Trump menarik Amerika Serikat keluar dari WHO. Para ahli memperingatkan langkah ini akan menghambat penanganan wabah penyakit dan masalah kesehatan global. Namun, resolusi kongres mengharuskan pemberitahuan satu tahun dan pelunasan kewajiban sehingga perintah ini baru berlaku penuh Januari 2026. Trump juga menghentikan transfer dana AS ke WHO, yang berdampak pada pendanaan organisasi tersebut.
Foto: Maksym Yemelyanov/Zoonar/picture alliance
Ganti nama Teluk Amerika
Presiden Trump menandatangani dekret untuk mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika dan mengembalikan nama Gunung Denali di Alaska menjadi McKinley. Dalam posting di X pada 27 Januari 2025, Google menyatakan akan mengikuti praktik lama untuk menerapkan perubahan nama lokasi sesuai pembaruan resmi pemerintah yang merujuk pada Geographic Names Information System (GNIS).
Foto: Roberto Schmidt/AFP/Getty Images
Rencana setop hibah dan pinjaman federal
Pada Senin (27/01), Trump menginstruksikan badan-badan federal untuk menghentikan sementara pencairan hibah dan pinjaman federal di seluruh AS. Kebijakan ini dianggap mengancam program vital seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, dan bantuan bencana. Namun, seorang hakim federal memblokir sementara rencana tersebut beberapa menit sebelum kebijakan dijadwalkan berlaku pada Selasa (28/01) malam.
Foto: Jim Watson/AFP/Getty Images
Larang atlet transgender di olahraga perempuan
Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang atlet transgender berkompetisi dalam olahraga perempuan dan anak perempuan, Rabu (05/02). Langkah ini merupakan bagian dari serangkaian tindakan untuk membatasi hak LGBTQ+. Perintah ini juga menyatakan bahwa negara hanya akan mengakui dua jenis kelamin, pria dan perempuan. Sekolah yang melanggar aturan ini berisiko kehilangan dana federal.
Foto: Andres Caballero-Reynolds/AFP
Pembekuan dana USAID ke 130 negara
Keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan dana bantuan USAID telah menghentikan proyek-proyek di sekitar 130 negara, termasuk Indonesia, berdampak dramatis pada jutaan orang dan pekerja bantuan. Trump menuduh USAID melakukan pemborosan, dengan menulis di Truth Social, "Sepertinya miliaran dolar telah dicuri di USAID.” Namun, ia tidak memberikan bukti apa pun.
Foto: Sofia Toscano/colprensa/dpa/picture alliance
Satgas DOGE untuk efisiensi
Satuan Tugas Department of Government Efficiency (DOGE) dibentuk Presiden AS Donald Trump untuk merombak sistem birokrasi federal. DOGE, yang dipimpin oleh Elon Musk, bertujuan mengurangi peraturan, pengeluaran, dan staf pemerintah. Banyak pihak mengkritik minimnya transparansi dalam perekrutan tim DOGE dan mempertanyakan jika tim tersebut telah melalui pemeriksaan terkait kesesuaian dan keamanan.
Foto: Andrew Harnik/Getty Images via AFP
Keinginan AS ambil alih Gaza
Presiden Trump mengusulkan agar AS mengambil alih Jalur Gaza. Usulan ini disampaikan saat kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke AS, Selasa (04/02). "AS akan mengambil alih Jalur Gaza dan kami juga akan melakukan sebuah pekerjaan. Kami akan memilikinya. Dan bertanggung jawab untuk membongkar semua bom berbahaya yang belum meledak dan senjata lainnya di tempat tersebut," kata Trump.
Foto: Khalil Ramzi/REUTERS
Kenaikan tarif impor baja dan alumunium
Trump mengumumkan tarif 25% untuk impor baja dan aluminium, berlaku Maret 2025. Kebijakan ini bertujuan "membuat Amerika kaya kembali," kata dia. Namun, banyak ekonom menolak asumsi ini, dan menyatakan justru merugikan semua pihak. Tarif dimaksudkan melindungi produsen dalam negeri, tetapi industri AS masih bergantung pada impor logam, yang dapat meningkatkan biaya produksi dan memicu inflasi.
Foto: IMAGO/Newscom / AdMedia
10 foto1 | 10
Penembakan terjadi di tengah aksi protes
Dalam rekaman video yang belum diverifikasi dan beredar di media sosial, terlihat para agen ICE mendekati kendaraan tersebut dan mencoba membuka pintunya. Saat perempuan berusia 37 tahun itu berusaha melarikan diri dengan mengemudi, seorang agen melepaskan tembakan sebanyak tiga kali, sebelum mobil itu akhirnya menabrak sesuatu di dekat lokasi.
Iklan
Peristiwa ini terjadi saat berlangsungnya aksi protes terhadap penggerebekan ICE di bagian selatan kota terbesar di Minnesota, menurut media lokal.
Frey mengatakan, "kami telah mengkhawatirkan momen ini sejak awal kehadiran ICE di Minneapolis."
Wali Kota Minneapolis itu juga menyerukan agar otoritas imigrasi "angkat kaki dari kota ini,” dan menuduh para agen ICE menyebabkan kekacauan dan ketidakpercayaan.
Kawasan Twin Cities, yaitu Minneapolis dan St. Paul, diliputi suasana mencekam sejak Departemen Keamanan Dalam Negeri pada Selasa (06/01) mengumumkan rencana operasi dengan mengerahkan 2.000 agen dan petugas federal ke wilayah Minneapolis sebagai bagian dari pengetatan kebijakan imigrasi.
Pada akhir bulan lalu, seorang influencer sayap kanan mengunggah video yang mengklaim bahwa sebuah pusat penitipan anak di Minneapolis yang dikelola warga Somalia telah melakukan penipuan lebih dari US$100 juta (sekitar Rp1,7 triliun).
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan Direktur FBI Kash Patel kemudian mengumumkan peningkatan operasi di kota tersebut melalui media sosial. Patel menyatakan bahwa operasi itu sebagian akan menargetkan "skema penipuan berskala besar.”
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris