1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Transrapid Batal Dibangun di Jerman

2 April 2008

Pemerintah pusat Jerman dan pemerintah negara bagian Bayern membatalkan proyek bergengsi jalur kereta cepat magnet Transrapid.

Grafik komputer menunjukkan stasiun Transrapid yang batal dibangun di München (Foto: Transrapid International GmbH & Co. KG)
Grafik komputer menunjukkan stasiun Transrapid yang batal dibangun di MünchenFoto: picture-alliance/dpa

Dekat bandar udara Franz-Josef-Strauß München berdiri sebuah model kereta cepat Transrapid berwarna merah. Tubuh kereta Transrapid langsing panjang dengan kepala lancip berbentuk segitiga. Teknologi Transrapid, yaitu kereta monorail yang menggunakan rel magnet, pertama kali dipatenkan di Jerman. Ironisnya, sampai sekarang teknologi ini tidak berhasil direalisasikan di negara penggagasnya. Satu-satunya jalur Transrapid di dunia adalah jalur kereta sepanjang 30 kilometer yang menghubungkan kota Shanghai dan bandar udara Pudong.

Jalur kereta cepat Transrapid pertama di Jerman rencananya dibangun antara kota München dan bandar udara Franz-Josef-Strauß. Namun, pekan lalu, pemerintah pusat Jerman dan negara bagian Bayern mengumumkan batal membangun jalur kereta super cepat yang menggunakan teknologi rel magnet sepanjang 37 kilometer itu. Pasalnya, proyek bergengsi ini ternyata menelan dana lebih besar dari yang direncanakan semula.

Tahun lalu, pemerintah pusat Jerman dan negara bagian Bayern sepakat untuk berkerja sama dengan sektor industri untuk membiayai proyek bergengsi Transrapid. Saat itu, pembangunan jalur kereta tersebut diperkirakan menghabiskan 1,85 miliar Euro. Sekarang, dana yang dibutuhkan untuk mewujudkan rencana tesebut mencapai 3,4 miliar Euro. Menteri Perhubungan Jerman Wolfgang Tiefensee:

“Pemerintah pusat tidak bersedia dan tidak mampu untuk mengalokasi lebih dari 925 juta Euro bagi proyek di Bayern. Kesepakatan ini mendasari penanda-tanganan kontrak tahun 2007 lalu dan syarat tersebut tidak akan berubah di masa depan.“

Menteri Perhubungan Jerman Wolfgang Tiefensee mengungkap kekecewaannya saat mengumumkan pembatalan proyek Transrapid di München, negara bagian Bayern. Tadinya, pembiayaan Transrapid akan disubsidi bersama oleh pemerintah pusat Jerman, pemerintah negara bagian Bayern dan sisanya ditanggung sektor industri yang mengembangkan teknologi Transrapid. Namun, ketiga pihak yang terlibat masing-masing berkeras tak dapat mengucurkan dana lebih banyak bagi proyek begengsi ini.

Perdana Menteri negara bagian Bayern Günther Beckstein yang terlibat langsung dalam negosiasi pembiayaan Transrapid setahun lalu menyatakan.

Transrapid 08, jalur uji coba Transrapid di Emsland, JermanFoto: dpa

"Pemerintah negara bagian Bayern sejak semula menegaskan bahwa kami bersedia mewujudkan proyek ini, tapi bukan berarti, kami harus memiliki kereta Transrapid. 490 juta Euro yang disediakan negara bagian Bayern adalah dana yang tidak sedikit dan kami tidak bisa menyalurkan dana lebih besar daripada itu.“

Para pengkritik proyek Transrapid, seperti misalnya ketua faksi Partai Hijau di Bayern, Theresa Schopper, mengatakan, sejak semula sudah jelas bahwa dana 1,85 miliar Euro yang dicanangkan untuk proyek ini terlalu rendah. Data yang mendasari perhitungan biaya Transrapid memang berasal dari tahun 2002 sehingga sudah tidak aktual. Tanpa suntikan dana lebih besar dari pemerintah pusat Jerman atau negara bagian Bayern, proyek Transrapid di München benar-benar tidak dapat diwujudkan.

Di satu pihak, ini berarti Bayern kehilangan salah satu proyek bergengsi yang dapat mendukung citra Jerman sebagai pusat teknologi termutakhir. Tapi, di pihak lain, pembatalan proyek Transrapid berarti, negara bagian Bayern kini memiliki dana tambahan senilai jutaan Euro dalam anggaran rumah tangganya yang dapat dialokasikan untuk proyek lainnya, sehingga sebagian politisi Bayern tak merasa pembatalan proyek ini hanya berdampak negatif.


74 tahun setelah teknologi kereta satu rel yang menggunakan magnet dipatenkan di Jerman, satu-satunya proyek komersial Transrapid di Jerman batal diwujudkan. Selain jalur uji coba Transrapid di Emsland, Jerman yang sudah tidak digunakan lagi, satu-satunya jalur kereta Transrapid yang fungsional berada di Cina.

Sejak tahun 2004, jalur kereta super cepat Transrapid menghubungkan kota Shanghai dan bandar udara Pudong. Untuk menempuh jarak 30 kilometer tersebut, kereta Transrapid membutuhkan waktu tujuh menit 18 detik. Sejumlah pakar dan teknisi Cina dari Universitas Tongjii ikut dilibatkan dalam mewujudkan proyek di Shanghai. Walau begitu, di Cina pun penggunaan teknologi Transrapid tetap diperdebatkan, kata pakar Transrapid Cina, Professor Zhang Weimin:

“Topik ini sangat kontroversial. Walau teknologi Transrapid adalah teknologi termutakhir tapi teknologi kereta cepat masih tetap lebih murah.“

Kereta Transrapid siap dikirim ke Shanghai, CinaFoto: AP

Pengembangan dan pemasaran teknologi Transrapid dilakukan oleh perusahaan Transrapid International GmbH & Co.KG yang merupakan gabungan perusahaan Siemens dan Thyssen Krupp. Jerman mengharapkan teknologi Transrapid akan memperkuat posisi Jerman sebagai salah satu pusat teknologi dunia yang menawarkan solusi teknologi termutakhir.

Setelah proyek Transrapid di München gagal, muncul spekulasi bahwa Thyssen Krupp akan menjual teknologi Transrapid. Cina, yang memiliki satu-satunya jalur kereta transrapid komersial dunia tak menunjukkan minat untuk membeli teknologi Made in Germany ini. Pasalnya, Cina saat ini tak memiliki rencana konkret untuk memperluas jaringan kereta Transrapid, kata Professor Zhang:

“Rencana pembangunan jalur kereta Transrapid antara Shanghai dan Beijing sudah dibatalkan. Masih belum jelas, apakah ada proyek lain di masa depan. Pemerintah kota Shanghai pada dasarnya tertarik untuk membangun jalur kereta Transrapid lainnya, tapi pemerintah pusat di Beijing belum tentu menyetujuinya.“


Pemerintah kota Shanghai sempat mempertimbangan untuk membangun jalur kereta cepat Transrapid sepanjang 200 kilometer antara Shanghai dan kota Hangzhou yang berpenduduk jutaan jiwa. Namun, Kementerian Perhubungan di Beijing lebih mengandalkan teknologi kereta cepat yang tidak menggunakan rel magnet. Tanpa dukungan pemerintah pusat, Shanghai tak dapat memutuskan proyek infrastruktur besar-besaran yang dibutuhkan untuk mewujudkan proyek Transrapid. Kembali Professor Zhang:

“Membeli teknologi ini hanya akan menguntungkan bila memang ada rencana untuk membangun jalur Transrapid lainnya di Cina, misalnya, kalau jalur antara Shanghai dan Hangzhou pasti dibangun, maka ini adalah insentif kuat untuk membeli teknologi Transrapid. Teknologi ini harus direalisasikan, harus ada pasar untuk pemanfaatan teknologi Transrapid.“

Satu-satunya kereta Transrapid fungsional di ShanghaiFoto: AP

Tahun 2004, Cina mengejutkan dunia dengan memperkenalkan prototip kereta rel magnet “Made in China“. Model ini dikembangkan oleh para pakar Universitas Tongji yang juga bekerja sama dengan perusahaan Jerman dalam membangun jalur kereta Transrapid Shanghai. Namun, kereta ini tak dapat dikatakan kereta super cepat karena kecepatan maksimalnya hanya mencapai 150 kilometer per jam. Sementara kereta Transrapid dapat mencapai kecepatan sampai 500 kilometer per jam. Dibandingkan kereta Transrapid, pengembangan dan pembangunan kereta rel magnet milik Cina lebih murah.

“Intinya, kita memerlukan teknologi yang bervariasi. Walau teknologi Cina lebih murah bukan berarti kita hanya akan memanfaatkan teknologi dalam negeri.“

Demikian ungkap pakar kereta super cepat Transrapid Professor Zhang. Walau Cina kini memiliki teknologi serupa kereta cepat Transrapid, namun sebagian pakar memperkirakan, di masa depan Cina akan lebih fokus pada kereta cepat yang tidak menggunakan teknologi rel magnet. Di sektor ini pun Jerman merupakan penyedia teknologi termutakhir.

Menteri Perhubungan Jerman Wolfang Tiefensee tetap berharap bahwa tetap ada peluang untuk menemukan pembeli selain Cina. Mungkin saja sektor industri tetap berpegang pada pengembangan teknologi Transrapid. Tentu saja, pemerintah pusat senang mendukung program ini dalam batas-batas kemampuannya, demikian diungkap Tiefensee.(zer)