Imej pesta Berlin tidak kalah legendaris dari tembok Berlin. Tapi kini ada tren baru yang umum dijumpai di ibukota Jerman tersebut: bapak purna waktu.
Foto: DW/Julian Tompkin
Iklan
Satu pagi di Berlin, tidak ada yang istimewa, hanya sekumpulan lelaki dan anak-anak kecil di wilayah pinggiran kota Spielplatz. Balita berlari-lari di taman bermain dan tidak terlihat ibu-ibu mereka di sekitar. Selamat datang di 'kebiasaan' baru Berlin - kotanya bapak-bapak rumah tangga.
Mereka adalah para lelaki yang dapat menegosiasikan cara mengganti popok, melinting rokok, menulis pesan pendek, dan membuka tutup botol bir dengan kelopak mata - pada saat yang bersamaan.
Sebuah permainan angka
Hampir 30 persen lelaki Jerman mengambil cuti untuk ayah yang baru punya anak. Dan kini semakin banyak yang memilih untuk terus menjadi bapak rumah tangga. Menyadari adanya peningkatan jumlah bapak rumah tangga dan kurangnya infrastruktur yang mendukung mereka, Eberhard Schäfer mendirikan Väterzentrum (Pusat Ayah) di Prenzlauer Berg tahun 2007 - tahun yang sama Jerman meningkatkan sistem tunjangan keluarga yang dibayar per bulan bagi mereka yang memilih untuk mempunyai anak, dan tentunya berkontribusi bagi angka populasi yang terus menurun.
Selain mengkoordinasikan beragam aktivitas ayah dan anak, Väterzentrum berfungsi sebagai pusat berkumpul para ayah yang membutuhkan kompi penuh empati dengan inisiatif seperti Papa-Café yang digelar mingguan.
Hari Ayah di Jerman
Di Hari ke-40 setelah Paskah, pada hari "Kenaikan Isa Almasih", Jerman merayakan hari ayah. Hari yang diperuntukkan buat kaum pria itu dirayakan sejak lebih dari 100 tahun di Jerman.
Foto: picture-alliance/dpa
Liburan Buat Ayah
Ketika umat Kristen merayakan kenaikan Isa Almasih, di Jerman para ayah sedang dalam perjalanan menuju tempat berlibur. Mereka berkumpul sembari mendaki gunung atau seperti di sini dalam tur sepeda. Para Ibu dan anak-anak harus tinggal di rumah, sementara sang ayah cuma harus menjaga agar tidak kekurangan air minum berupa alkohol - sebuah klise yang selalu menjadi kenyataan.
Foto: picture-alliance/dpa
Kereta Gandeng Pengangkut Bir
Kereta gandeng ini adalah salah satu instrumen yang tak tergantikan di hari ayah. Alternatifnya adalah kereta dorong atau mobil-mobilan anak-anak. Kereta ini sangat berguna untuk mengangkut minuman ke tempat wisata.
Foto: picture-alliance/dpa
Pria dan Kebebasan
Ketika sebagian berpakaian rapih atau mengenakan pakaian olahraga untuk menyiasati cuaca buruk, pria-pria ini malah menanggalkan pakaian dan berjalan dalam baju renang kuno. Kebebasan untuk bertindak konyol juga termasuk bagian dalam tradisi hari ayah.
Foto: picture-alliance/dpa
Perubahan Sosok Ayah
Hari Ayah dirayakan sejak lebih dari 100 tahun. Ritual dan tradisi yang menyertainya tetap dipertahankan hingga kini, cuma perannya saja yang berbeda. Setengah abad yang lalu, ayah adalah sosok yang dihormati dan ditakuti. Kedekatan seperti yang ditampilkan oleh aktor Dieter Borsche bersama anak-anaknya di akhir dekade 40-an ini termasuk langka untuk zamannya.
Foto: pictpicture alliance/Keystone
Ayah-ayah Modern
Saat ini ayah jauh lebih terlibat dalam kehidupan keluarga ketimbang generasi sebelumnya. Pria juga membantu mengurus rumah tangga dan mengurangi beban perempuan atau ibu yang juga meniti karir. Di beberapa keluarga peran orangtua bahkan berubah sepenuhnya: Sang ibu menafkahi keluarga, sementara ayah mengurus anak-anak, dapur dan pakaian.
Foto: picture alliance/dpa Themendienst
Ayah Terbaik
Menjadi seorang ayah yang modern bisa sangat menguntungkan - seperti contohnya Eric Freywald, bersama putrinya Jette. Freywald adalah "Ayah Terbaik 2013". Gelar ini diberikan sebuah perusahaan untuk pria modern yang "mengurus anak-anak dan mengurangi beban isteri."
Foto: picture-alliance/dpa
Konsep Keluarga Baru
2004 pemerintah Jerman mengubah Undang-undang Adposi dan memperluas pemberlakuannya untuk pasangan sejenis. Sejak saat itu, konsep keluarga tradisional yang terdiri atas ibu ayah dan anak, tidak lagi menjadi keharusan. Keluarga dengan seorang anak dan dua orang ayah atau ibu menjadi hal lumrah di Jerman.
Foto: privat
Sekali Setahun
Tak pedilu, baru menjadi ayah, ayah yang gay, ayah yang konservatif , bertanggung jawab dan sebagainya, di Hari Ayah, semua ayah boleh merayakannya sekali setahun.
Foto: picture-alliance/dpa
8 foto1 | 8
"Hingga titik tertentu, tekanannya berbeda," jelas Schäfer, mengacu pada kesulitan yang dihadapi ayah-ayah baru, kalau dibandingkan dengan para ibu. "Peran bapak rumah tangga adalah peran yang tergolong baru, sementara ibu-ibu telah menjadi pemberi kasih sayang selama berabad-abad - jadi ini butuh untuk dikomunikasikan dan saling berbagi. Apa artinya menjadi seorang ayah? Ini yang menarik bagi kami."
Sebagai bahan pemikiran
Kerap disebut sebagai ibukota baby boom dan gentrifikasi di Jerman, Prenzlauer Berg terletak tepat di atas garis evolusi keluarga Jerman. Nadja Kriependorf mengelola pusat penitipan anak Räuberhöhle (dikenal dengan nama KITA di Jerman) menjadi saksi kebangkitan figur ayah baru.
"Menurut saya dalam 4-5 tahun terakhir, merawat anak bukan lagi hanya 'tugasnya ibu,'" katanya. "Para ayah memegang peranan yang semakin penting dalam mengasuh anak, dan memegang tanggung jawab sehari-hari dalam berurusan dengan pusat penitipan anak."
Namun pada pertemuan orangtua di sebuah KITA di Berlin baru-baru ini, saat seorang ayah mengusulkan penambahan kontribusi finansial bulanan setiap orangtua agar anak-anak dapat diberikan makanan bio-dinamis, seorang ayah lainnya kontan berdiri, mengangkat kepalan tangan dan menentang keras usulan tersebut. Di saat satu tren mulai diterima, ternyata masih ada tren lain yang belum berhasil menemukan jalan.