Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa militer AS memiliki kemampuan untuk memenangkan konflik dengan Iran, meski ia tak menutup kemungkinan perang berlangsung lebih lama dari perkiraan awal. Dalam wawancara yang ditayangkan Fox News pada Minggu (02/03), Trump menyebut sejak awal ia memproyeksikan konflik akan selesai dalam empat hingga lima minggu, tapi menekankan bahwa AS siap melanjutkan "seberapapun lama yang dibutuhkan."
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berusaha meredam kekhawatiran publik soalkonflik berkepanjangan. Netanyahu menegaskan bahwa perang ini tidak akan berlangsung bertahun-tahun dan bukan merupakan konflik tanpa akhir. Ia menyebutnya sebagai upaya untuk meraih perdamaian yang selama ini didambakan banyak pihak.
Pernyataan keduanya muncul di tengah operasi militer AS-Israel yang terus berjalan terhadap Iran. Trump sebelumnya menyatakan kampanye militer ini bertujuan menghentikan ambisi nuklir Teheran serta program rudal balistiknya, dan mengklaim perkembangan di lapangan sudah melampaui target waktu yang diproyeksikan.
