Trump Diputus Bertanggung Jawab atas Pelecehan dan Defamasi
10 Mei 2023
Mantan Presiden AS Donald Trump diputus bersalah dan diperintahkan bayar ganti rugi $5 juta (Rp73 miliar) atas pelecehan seksual dan pencemaran nama baik terhadap jurnalis E. Jean Carroll.
Iklan
Dewan Juri Pengadilan Federal Manhattan, New York, pada hari Selasa (09/05) memutuskan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertanggung jawab atas pelecehan seksual dan pencemaran nama baik terhadap mantan kolumnis majalah E. Jean Carroll.
Trump pun diperintahkan untuk membayar $5 juta (Rp73 miliar) sebagai kompensasi dan denda dalam gugatan perdata tersebut.
Meski begitu, juri menolak klaim Carroll bahwa Trump melakukan pelecehan seksual terhadapnya pada tahun 1996.
Selama persidangan dalam dua minggu itu, Carroll bersaksi bahwa Trump melakukan pelecehan seksual terhadapnya di sebuah ruang ganti toko mewah di Manhattan. Carroll juga mengatakan Trump telah merusak reputasinya dengan menulis dalam sebuah postingan di platform Truth Social pada tahun 2022 bahwa tuduhan pelecehan itu adalah sebagai sebuah "hoaks" dan "kebohongan".
"Kami sangat senang," kata pengacara Carroll, Robert Kaplan merespons putusan juri. Carroll di sisi lain tidak memberikan komentar apa pun kepada wartawan.
Iklan
Trump bantah tuduhan Carroll
Trump yang tidak hadir di persidangan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyerang Carroll atau bahkan tidak mengenalnya.
Mantan presiden, yang mencalonkan diri kembali dalam pemilu AS 2024 itu, mengatakan putusan pengadilan tersebut adalah "aib" dan sekali lagi mengklaim hal itu sebagai bagian dari trik politik terhadapnya.
Trump bahkan sebelumnya menyinggung tentang persidangan itu dalam sebuah email penggalangan dana kampanye dengan menyebutnya sebagai bukti dari upaya Demokrat untuk menghancurkan karir politiknya.
Ini bukan pertama kali Trump dihadapkan dengan skandal. Pada Maret lalu, ia juga didakwa atas pembayaran uang tutup mulut kepada seorang bintang film dewasa sebelum kemenangannya dalam pemilihan presiden tahun 2016, yang menjadikannya mantan presiden AS pertama yang didakwa secara pidana.
Foto-foto Saat Massa Pendukung Trump Menyerbu Gedung Capitol AS
Massa pendukung Presiden Donald Trump menyerbu Gedung DPR AS dalam upaya membatalkan kekalahan Trump. Foto-foto berikut ini menggambarkan insiden penyerbuan di Gedung Capitol saat perusuh bentrok dengan pasukan keamanan.
Foto: Saul Loeb/AFP/Getty Images
Bentrok antara pengunjuk rasa dan polisi
Massa pendukung Presiden AS Donald Trump bentrok dengan aparat keamanan di depan Gedung Capitol di Washington DC pada 6 Januari. Kongres AS sedang mengadakan sidang untuk meratifikasi kemenangan 306-232 Presiden terpilih Joe Biden atas Presiden Trump.
Foto: Stephanie Keith/REUTERS
Demonstran yang marah menyerbu Gedung Capitol
Awalnya, pendukung Trump yang agresif berunjuk rasa di luar Gedung Capitol AS. Namun, mereka akhirnya mencoba menerobos masuk ke dalam gedung dan polisi gagal menahan massa yang marah.
Foto: Roberto Schmidt/AFP/Getty Images
Pendukung Trump menerobos masuk
Massa pendukung Trump yang marah menerobos Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021, saat Kongres mengadakan sidang untuk meratifikasi kemenangan Presiden terpilih Joe Biden dari hasil Electoral College atas Presiden Trump.
Foto: Win McNamee/Getty Images
Petugas keamanan Gedung Capitol berjaga penuh
Petugas keamanan Gedung Capitol AS berjaga penuh saat menangani kerusuhan ketika pengunjuk rasa mencoba masuk ke House Chamber, ruangan paling inti, tempat para legislator berkumpul untuk meratifikasi pemungutan suara Electoral College.
Foto: J. Scott Applewhite/AP Photo/picture alliance
Petugas keamanan menahan para perusuh
Petugas keamanan mencoba menahan para perusuh yang berada di lorong di luar ruang Senat. Sementara, para anggota parlemen dibawa ke tempat aman.
Foto: Manuel Balce Ceneta/AP Photo/picture alliance
Mengambil alih ruang Senat
Setelah berhasil menerobos keamanan Gedung Capitol, seorang pengunjuk rasa berlari ke tengah ruang Senat dan meneriakkan "Kebebasan!"
Foto: Win McNamee/Getty Images
Perusuh menyerbu ruang Senat
Seorang perusuh berhasil menerobos keamanan Gedung Capitol, dan melompat dari atas galeri umum ke ruang Senat.
Foto: Win McNamee/Getty Images
Anggota parlemen berlindung di House Chamber
Para anggota parlemen dengan panik mencari tempat berlindung di ruang galeri DPR, saat para pengunjuk rasa mencoba menerobos masuk. Menurut seorang jurnalis Gedung Putih, para anggota parlemen diberi masker gas yang berada di bawah kursi.
Foto: Andrew Harnik/AP Photo/picture alliance
Pengunjuk rasa menduduki kantor anggota parlemen
Massa pendukung Trump mengambil alih kantor yang telah dikosongkan. Anggota parlemen berhasil dibawa ke tempat aman.
Foto: Saul Loeb/AFP/Getty Images
Petugas tak berhasil menahan
Polisi dan petugas keamanan Gedung Capitol gagal menahan pengunjuk rasa yang menerobos masuk ke Rotunda dan kantor anggota parlemen. Seorang pria bahkan memboyong podium yang biasa digunakan oleh Ketua DPR Nancy Pelosi untuk berpidato.
Foto: Win McNamee/Getty Images
Petugas menembakkan gas air mata
Petugas keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan para perusuh di luar Gedung Capitol.
Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP/Getty Images
Ledakan di luar Gedung Capitol
Sebuah ledakan terjadi di luar Gedung Capitol ketika polisi berusaha menghalau laju massa pendukung Trump. Kepolisian Washington dan Garda Nasional telah dikerahkan untuk membubarkan para pengunjuk rasa.
Foto: Leah Millis/REUTERS
Upaya membubarkan pengunjuk rasa
Petugas Garda Nasional dan kepolisian Washington DC dikerahkan ke Gedung Capitol untuk membubarkan pengunjuk rasa. Jam malam di seluruh kota diberlakukan dari pukul 6 sore hingga pukul 6 pagi. (Ed: pkp/rap)
Penulis: Kristin Zeier
Foto: Spencer Platt/Getty Images
13 foto1 | 13
Dugaan pemerkosaan terhadap Carroll
Carroll, 79 tahun, mengatakan bahwa Trump memperkosanya di pusat perbelanjaan Bergdorf Goodman hampir 30 tahun yang lalu.
Carroll yang kala itu bekerja sebagai penulis untuk majalah Elle mengatakan bahwa Trump meminta bantuannya untuk memilih hadiah untuk seorang perempuan. Mereka kemudian diduga berakhir di sebuah ruang ganti setelah melihat-lihat toko dan berbasa-basi di sana. Di sini lah kata Carroll, Trump mendorongnya ke dinding dan memperkosanya.
"Saya di sini karena Donald Trump memperkosa saya dan ketika saya menulis tentang itu, dia mengatakan itu tidak terjadi. Dia berbohong dan menghancurkan reputasi saya, saya di sini untuk mencoba dan mendapatkan hidup saya kembali," kata Carroll dalam kesaksiannya di persidangan.