1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Tudingan Baru AS Terhadap Iran

7 Oktober 2007

Panglima militer Amerika di Irak terang-terangan menuduh duta besar Iran di Irak, Hassan Kazemi-Qomi sebagai anggota AL Quds, pasukan elit Garda Revolusi Iran.

Jenderal David Petraeus
Jenderal David PetraeusFoto: AP

Pernyataan tunjuk hidung yang mengejutkan itu diungkapkan jenderal David Petraeus kepada sejumlah wartawan di pangkalan militer Amerika di provinsi Diyala, tak jauh dari perbatasan Iran. Jenderal David Petreaus:

"Duta besar Iran adalah anggota satuan Al Quds. Masalahnya dia memiliki kekebalan diplomatik, dan karena itu jelas ia tidak bisa diapa-apakan. Sebab dia bertugas sebagai seorang diplomat".

Jenderal Petraeus tidak menjabarkan, apa dasar dari tudingannya itu, informasi apa yang membuatnya begitu pasti akan keanggotaan duta besar Iran dalam satuan Al Quds. Yang pasti, Al Quds adalah satuan elit Garda Revolusi Iran yang diakui keberadaannya oleh pemerintah Teheran, namun tidak pernah diungkap secara resmi apa fungsi Al Quds. Namun menurut Amerika, satuan Al Quds secara khusus diterjunkan untuk membantu kaum milisi Shiah radikal di Irak dan Hisbullah di Libanon. Di Irak, menurut Petraeus, Al Quds mendukung milisi Shiah dengan menyediakan senjata, memberikan pelatihan, dan memasok dana. Bahkan terkadang, kata Petraeus, Al Quds mengarahkan langsung serangan milisi yang berakibat pada terbunuhnya sejumlah tentara Amerika.

Hingga sekarang Amerika masih menahan 6 warga Iran yang dituding anggota Al Quds. Seorang di antaranya ditangkap akhir bulan lalu di sebuah hotel di Irak utara. Sedangan lima orang lain ditangkap sejak awal tahun. Pemerintah Iran berkali-kali menuntut pembebasan ke enam orang yang disebut ditahan secara tidak sah itu. Namun Jenderal David Petraeus berdalih:

"Ini sudah sangat jelas . Sama sekali tidak ada keraguan sedikit pun bahwa orang-orang yang kami tahan itu adalah anggota satuan Al Quds. Juga orang Iran yang kami tangkap di Irak utara belum lama ini. Kami tegaskan pula bahwa kami memiliki berbagai bukti sangat kuat untuk memastikan mengenai siapa dia, apa yang dia lakukan di masa lalu, peran apa yang dia mainkan. Apa posisi dia di satuan AL Quds. Ini pun sama sekali tidak bisa dibantah."

Pemerintah Iran kontan menolak tudingan Petraeus. Juru bicara kementerian luar negeri, Mohammad Ali Hosseini mengatakan bahwa tudingan Petraeus tak berdasar, dan sama sekali tidak baru. Katanya, Amerika terus menerus melancarkan tuduhan terhadap warga Iran, namun mereka tak pernah mampu menemukan satupun orang Iran di irak yang bisa membuktikan tuduhan itu.

Amerika beberapa kali memamerkan sejumlah barang bukti mengenai dukungan langsung Iran terhadap kelompok-kelompok milisi Shiah Irak. Terutama roket peluncur granat, peluru kendali anti pesawat terbang mirip Stinger yang bisa dipanggul, komponen-komponen untuk membuat bom, dan roket 240 milimeter. Iran selalu membantah.

Hari minggu kemarin, militer Amerika mengumumkan pula penangkapan atas 3 orang anggota milisi dukungan Iran yang dituding sebagai pelaku penculikan atas 5 pekerja asal Inggris bulan Mei lalu. Ke-lima warga Inggris itu sendiri belum jelas nasibnya.