1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

UE Berniat Telanjangi Penumpang di Bandara

23 Oktober 2008

Komisi Eropa berniat menggunakan alat pemindai tubuh untuk meningkatkan keamanan di bandara. Celakanya alat tersebut membuat setiap penumpang nyaris tampak telanjang di layar monitor. Di manakah batas ruang pribadi?

Susan Hallowell, Direktur Bidang Keamanan Transportasi Bandara New Jersey membiarkan tubuhnya dípindaiFoto: AP

Sebenarnya anggota parlemen Eropa selalu mendukung segala bentuk transparansi. Tapi kalau yang lantas menjadi transparan adalah tubuh sendiri, dari ujung rambut hingga jempol kaki dan nyaris tampak telanjang di layar monitor, tentunya adalah hal yang berbeda.

Gambaran itulah yang saat ini mengganggu ketenangan anggota parlemen Eropa. Komisi Eropa berencana memperketat metode pemeriksaan di bandar udara, dengan menambahkan portal pemindai tubuh di setiap pintu masuk keberangkatan dan kedatangan.

Menelanjangi Penumpang

Rencana itu sendiri ditolak mentah-mentah oleh sebagian besar anggota parlemen. "Secara spontan saya menolak hal tersebut. Saya menentang negara tahu terlalu banyak soal warganya, dan dalam kasus ini tentu saja melihat terlalu banyak. Maksud saya adalah, ada ruang privat yang harus dijaga." Begitu tandas Kurt Lechner dari sayap konservatif Parlemen Eropa.

Ruang privat seperti yang dimaksud Lechner itulah yang akan dikorbankan, jika setiap penumpang pesawat harus melalui portal pemindai tubuh tersebut. Alat pemindai itu bekerja layaknya mesin Rontgen. Nantinya tubuh setiap penumpang akan tampak di layar monitor seperti hasil foto negatif, namun dengan tingkat ketajaman gambar yang cukup tinggi, sehingga dapat menampilkan lekukan tubuh, berikut pakaian dalam.

Amerika sudah memberlakukannya, lalu Eropa?Foto: AP

Penolakan tidak cuma datang dari kubu konservatif, sebagian besar anggota fraksi Sosialdemokrat juga menolak menyetujui rencana amandemen regulasi penerbangan Uni Eropa. Saya tidak bisa dan tidak mau membayangkannya. Karena pertama sudah jelas, bahwa alat tersebut akan berdampak buruk pada kesehatan, dan kedua metode itu melukai hak-hak individu," imbuh Wolfgang Kreisdörfler, salah seorang anggota fraksi.

Dijauhkan dari Jangkauan Publik

Kebutuhan akan tingkat keamanan tinggi di bandar udara Eropa memungkinkan penggunaan metode pemindaian tubuh semacam itu. Kabarnya beberapa bandara di Amerika Serikat sudah menerapkannya. Di Eropa sendiri metode tersebut baru pada tahap uji coba, seperti yang dilakukan disejumlah bandara di London, Amsterdam, dan Zurich. Sementara aturan resmi Uni Eropa yang mengikat semua negara anggota, sampai saat ini belum diputuskan.

Pada awalnya, amandemen untuk mengesahkan penggunaan alat pemindai tubuh tersebut dilakukan diam-diam, tanpa keterlibatan banyak pihak. Komisi Eropa kabarnya berusaha menyembunyikan amandemen regulasi penerbangan itu dalam bab aturan teknis tambahan. Baru beberapa waktu lalu, anggota parlemen Eropa menyadari hal tersebut.

Kontrol diperketat di bandar udara EropaFoto: AP

Sebagian menuding komisi Eropa tenggelam dalam kepanikan dan berusaha melukai hak individu. Saat ini saja, para penumpang di bandara Eropa sudah dituntut macam-macam, mulai dari kewajiban menyimpan benda cair dalam kantung plastik, membuka tali pinggang dan sepatu, dan terkadang harus menjalani pemeriksaan tubuh oleh petugas keamanan.

"Saya tidak melihat adanya tambahan jaminan keamanan dengan penggunaan metode tersebut. Dan saya yakin, metode yang saat ini digunakan sudah lebih dari cukup. Dan juga ada pertanyaan, siapa yang memproduksi alat tersebut? Dan siapa yang memiliki kepentingan komersil dibalik hal ini," tandas Kreisdörfler lagi.(rzn)