Uni Eropa (UE) perbarui sanksi terhadap Rusia dan menyerukan persatuan untuk menanggapi pendekatan transaksional Presiden AS Donald Trump.
Uni Eropa bersiap untuk berurusan dengan Rusia, dan bernegosiasi dengan Presiden AS Donald TrumpFoto: Nicolas Tucat/AFP/Getty Images
Iklan
Uni Eropa (UE) memperbarui sanksi terhadap Rusia dan menyetujui rencana untuk mencabut beberapa sanksi terhadap Suriah. Pada pertemuan menteri luar negeri UE pada hari Senin (27/01), mereka juga menyerukan pendekatan terpadu untuk menghadapi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan kebijakannya yang dinilai transaksional dan bersifat divide et impera atau memecah-belah untuk menguasai.
Diplomat utama UE Kaja Kallas mengatakan, ketika AS melakukan kebijakan luar negeri transaksional, Eropa perlu "lebih kuat ketika kita bersatu," katanya kepada wartawan.
Zsuzsanna Vegh, dari NGO German Marshall Fund of the United States, mengatakan bahwa Trump bermaksud melemahkan UE dan berurusan dengan negara-negara anggota UE secara bilateral.
Ayo berlangganan newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
"Jika para pemimpin negara Eropa bersaing untuk mendapatkan perhatian dari Pemerintahan Trump, hal itu akan berdampak negatif pada persatuan UE," kata Zsuzsanna Vegh kepada DW. "Dan dukungan Trump terhadap mereka yang skeptis terhadap Eropa dapat semakin melemahkan persatuan tersebut."
Meski tidak seorang pun mengetahui dengan jelas bagaimana tepatnya kebijakan Trump akan berjalan dalam beberapa minggu mendatang, dan kekhawatiran akan perang dagang terus meningkat, tetap ada harapan bahwa ia tidak akan bersikap lunak terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.
Di balik pintu tertutup, para diplomat Eropa tampaknya lega bahwa Trump mengancam akan mengenakan tarif yang lebih tinggi dan sanksi yang lebih berat, jika Rusia tidak mengakhiri perang terhadap Kyiv.
Kallas mengatakan, Trump telah memberikan "tekanan lebih besar" terhadap Rusia, dan menegaskan tanggung jawab untuk mengakhiri perang ada di tangan Putin.
UE perpanjang sanksi bagi Rusia, Hungaria sempat ancam veto
UE memperbarui sanksi terhadap Rusia yang membatasi perdagangan dengan negara itu, serta kembali membekukan miliaran aset negara.
"Eropa menepati janji," tulis Kallas di X saat mengonfirmasi perpanjangan sanksi setiap enam bulan. "Ini akan terus mengurangi pendapatan Moskow dalam membiayai perangnya," tambahnya. "Rusia perlu membayar kerusakan yang mereka timbulkan."
Sebagai reaksi, Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban mengancam akan memveto perpanjangan sanksi tersebut, jika UE tidak membuat Ukraina mengangkut gas Rusia lewat jaringan pipanya ke Hungaria.
Gelombang Migrasi Global
Ada 68 juta manusia yang terpaksa menjadi pengungsi. Mereka tersebar di lima benua dunia. Inilah kisah mereka dalam gambar.
Foto: Imago/ZUMA Press/G. So
Mengungsi dengan truk
Gerakan migrasi paling baru terjadi di Amerika Tengah. Kekerasan dan kelaparan menyebabkan orang-orang dari Honduras, Nikaragua, El Salvador dan Guatemala mengungsi. Tujuannya: Amerika Serikat. Namun di sana, Presiden Trump mengusir para migran tersebut. Sebagian besar pengungsi dari Amerika Tengah itu terdampar di perbatasan Meksiko-Amerika Serikat.
Foto: Reuters/C. Garcia Rawlins
Pengungsi yang dialihkan
Pemerintah konservatif Australia tidak mau menerima pengungsi. Mereka yang benar-benar berhasil mencapai Australia akan langsung dideportasi. Pemerintah Australia telah menandatangani perjanjian dengan beberapa negara Pasifik, termasuk Papua Nugini dan Nauru, untuk menempatkan para pengungsi di kamp di negara-negara tersebut. Pengamat menggambarkan situasi ini sebagai sesuatu yang sangat buruk.
Foto: picture alliance/AP Photo/Hass Hassaballa
Pengungsi yang terlupakan
Hussein Abo Shanan berusia 80 tahun. Dia hidup sebagai pengungsi Palestina di Yordania selama beberapa dekade. Kerajaan ini memiliki hampir sepuluh juta penduduk. Di antara mereka adalah 2,3 juta pengungsi terdaftar dari Palestina. Sebagian dari mereka hidup sejak tahun 1948 di negara itu - setelah berakhirnya perang Arab-Israel. Selain itu, Yordania menampung sekitar 500 ribu pengungsi Suriah.
Foto: Getty Images/AFP/A. Abdo
Diterima oleh tetangga
Kolombia adalah kesempatan terakhir bagi banyak pengungsi dari Venezuela. Di sini mereka tinggal di kamp-kamp seperti "El Camino" di luar ibukota Bogota. Kebijakan Presiden Nicolás Maduro menyebabkan pemerintah Venezuela tidak mampu mendukung warganya. Persediaan makanan dan obat-obatan menipis.
Foto: DW/F. Abondano
Menerjang dingin
Dari waktu ke waktu, mereka yang ingin mengungsi ke Eropa, seperti para lelaki di gambar, mencoba menyeberangi perbatasan Bosnia-Herzegovina ke Kroasia. Kroasia sebagai anggota Uni Eropa adalah tujuan para migran. Rute ini berbahaya, terutama di musim dingin di Balkan. Salju, es dan badai menyulitkan pendakian.
Foto: picture-alliance/A. Emric
Perhentian terakhir: Bangladesh?
Musim hujan di kamp pengungsi Kutupalong di Bangladesh. Para wanita Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar melindungi diri dari hujan dengan payung mereka. Lebih dari satu juta Muslim Rohingya melarikan diri dari pasukan Myanmar ke negara tetangga. Bangladesh, salah satu negara termiskin di dunia, kewalahan dengan situasi ini. Kutupalong saat ini adalah kamp pengungsi terbesar di dunia.
Foto: Jibon Ahmed
Hidup tanpa jalan keluar
Banyak mineral dan tanah yang subur: Republik Afrika Tengah sebenarnya memiliki segalanya untuk membangun masyarakat yang stabil. Namun perang saudara, konflik dengan negara-negara tetangga, pemerintah yang korup dan pemahaman Islam radikal memicu kekerasan di wilayah tersebut. Hal ini menyebabkan banyak orang, seperti tampak pada foto, tinggal di lokasi penampungan di kota Bangui.
Foto: picture-alliance/dpa/R. Blackwell
Tiba di Spanyol
Dibungkus selimut merah, para pengungsi dirawat oleh petugas Palang Merah setelah tiba di pelabuhan Malaga, Spanyol. 246 migran diselamatkan oleh kapal penyelamat "Guadamar Polimnia". Banyak orang Afrika mengambil rute Mediterania barat dari Aljazair atau Maroko untuk mencapai pantai Eropa.
Foto: picture-alliance/ZUMA Wire/J. Merida
Pengungsi Sudan di Uganda
Untuk waktu yang lama, Uganda adalah negara yang dilanda perang saudara. Namun, situasinya kini telah lebih stabil dibandingkan dengan negara-negara Afrika lainnya. Bagi para pengungsi dari Sudan Selatan ini, kedatangan mereka di Kuluba mereka berada dalam situasi yang aman. Ratusan ribu orang Sudan Selatan kini menemukan perlindungan di Uganda. (Ed: na/ap)
Foto: Imago/ZUMA Press/G. So
9 foto1 | 9
Awal bulan ini, Ukraina memutuskan untuk tidak memperbarui perjanjian yang mengizinkan sumber energi Rusia mengalir melalui wilayahnya.
"Jika Ukraina menginginkan bantuan, misalnya untuk memberi sanksi kepada Rusia, maka biarkan mereka membuka kembali jaringan pipa gas dan biarkan mereka mengizinkan negara-negara Eropa Tengah, termasuk Hungaria, untuk mengimpor gas yang kami butuhkan melalui Ukraina," kata Orban.
Namun, Orban kemudian mengalah dan menuruti sikap UE.
Mengapa Orban menyerah?
Kantor berita Reuters melaporkan, Komisi UE merilis pernyataan yang mengatakan mereka siap untuk melanjutkan diskusi dengan Ukraina "mengenai pasokan ke Eropa melalui sistem jaringan pipa gas di Ukraina sesuai dengan kewajiban internasional Ukraina."
Komisi juga mengatakan akan melibatkan Hungaria dan Slovakia dalam proses tersebut.
"Komisi akan menghubungi Ukraina untuk meminta jaminan mengenai pemeliharaan pemindahan jaringan pipa minyak ke UE," lanjut komisi itu.
Namun, pernyataan ini tidak menyebutkan apakah UE akan meminta Ukraina untuk melanjutkan pasokan gas Rusia, yang ditolak mentah-mentah oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
"Kami tidak akan membiarkan Rusia untung," kata Zelenskyy kepada pers minggu lalu. Alternatifnya, ia menyarankan untuk membiarkan Azerbaijan memasok gas ke negara-negara Eropa yang membutuhkan.
Bagaimana Perang Putin Memengaruhi Ekonomi Dunia
Efek perang Rusia terhadap Ukraina dirasakan di seluruh dunia. Harga makanan dan bahan bakar meningkat di mana-mana. Di beberapa negara kerusuhan pecah akibat naiknya harga barang kebutuhan utama.
Foto: Dong Jianghui/dpa/XinHua/picture alliance
Belanja Semakin Mahal di Jerman
Konsumen di Jerman merasakan kenaikan biaya hidup. Konsekuensi dari perang di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia mulai terasa. Pada bulan Maret, tingkat inflasi Jerman mencapai level tertinggi sejak 1981. Pemerintah Jerman ingin segera mengembargo batubara Rusia, tetapi masih memperdebatkan pelarangan impor gas dan minyak dari Rusia.
Foto: Moritz Frankenberg/dpa/picture alliance
Antrian Mengisi Bahan Bakar di Kenya
Antrian panjang mobil di SPBU Nairobi. Di Kenya, warga juga merasakan dampak perang di Ukraina. Bahan bakar kian mahal, dan pasokannya terbatas, belum lagi krisis pangan. Duta Besar Kenya untuk PBB Martin Kimani dalam sidang Dewan Keamanan menyatakan keprihatinannya, dan membandingkan situasi di Ukraina timur dengan perubahan yang terjadi di Afrika setelah berakhirnya era kolonial.
Foto: SIMON MAINA/AFP via Getty Images
Siapa Amankan Suplai Gandum ke Turki?
Rusia adalah produsen gandum terbesar di dunia. Karena larangan ekspor dari Rusia, harga roti sekarang naik di banyak tempat, termasuk di Turki. Sanksi internasional telah mengganggu rantai pasokan. Ukraina juga merupakan salah satu dari lima pengekspor gandum terbesar di dunia, tetapi perang dengan Rusia membuat mereka tidak dapat mengirimkan barang dari pelabuhannya di Laut Hitam.
Foto: Burak Kara/Getty Images
Harga Gandum Melonjak di Irak
Seorang pekerja tengah menumpuk karung-karung tepung tergu di pasar Jamila, pasar grosir terpopuler di Baghdad. Harga gandum telah meroket di Irak sejak Rusia menginvasi Ukraina, karena kedua negara tersebut menyumbang setidaknya 30% dari perdagangan gandum dunia. Irak tetap netral sejauh ini, tetapi poster-poster pro-Putin sekarang telah dilarang di negara itu.
Foto: Ameer Al Mohammedaw/dpa/picture alliance
Unjuk Rasa di Peru
Para demonstran bentrok dengan polisi di ibukota Peru, Lima. Mereka memprotes kenaikan harga pangan, satu di antara rangkaian kenaikan harga. Krisis semakin diperburuk dengan adanya perang di Ukraina. Presiden Peru, Pedro Castillo memberlakukan jam malam dan keadaan darurat untuk sementara. Tapi jika peraturan tersebut dicabut, protes akan terus berlanjut.
Foto: ERNESTO BENAVIDES/AFP via Getty Images
Keadaan Darurat di Sri Lanka
Di Sri Lanka, warga turun ke jalan untuk mengekspresikan kemarahan mereka. Beberapa hari lalu, ada yang mencoba menyerbu kediaman pribadi Presiden Gotabaya Rajapaksa. Memuncaknya protes terhadap kenaikan biaya hidup, kekurangan bahan bakar, dan pemadaman listrik, mendorong presiden mengumumkan keadaan darurat nasional, sekaligus meminta bantuan pengadaan sumber daya dari India dan Cina.
Warga di Skotlandia juga memprotes kenaikan harga makanan dan energi. Di seluruh Inggris, serikat pekerja telah mengorganisir demonstrasi untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Brexit telah mengakibatkan kenaikan harga di banyak area kehidupan, dan perang di Ukraina makin memperburuk keadaan.
Foto: Jeff J Mitchell/Getty Images
Harga Ikan Goreng di Inggris Melonjak
Warga Inggris punya alasan untuk khawatir terkait hidangan nasional tercinta mereka "fish and chips". Sekitar 380 juta porsi goreng ikan dan kentang dikonsumsi di Inggris setiap tahun. Tetapi sanksi keras saat ini, berarti harga ikan putih dari Rusia, minyak goreng dan energi, semuanya melonjak naik. Pada Februari 2022, tingkat inflasi Inggris mencapai 6,2%.
Foto: ADRIAN DENNIS/AFP via Getty Images
Peluang Ekonomi bagi Nigeria?
Seorang pedagang di Ibafo, Nigeria, tengah mengemas tepung untuk dijual kembali. Nigeria telah lama ingin mengurangi ketergantungannya pada makanan impor, dan membuat ekonominya lebih tangguh lagi. Orang terkaya di Nigeria Aliko Dangot, baru-baru ini membuka pabrik pupuk terbesar di negara itu, dan berharap memiliki banyak pembeli. Apakah itu sebuah peluang? (kp/as)
Foto: PIUS UTOMI EKPEI/AFP via Getty Images
9 foto1 | 9
Para ahli mengataka, setelah teguran tak terduga Trump kepada pemerintah Rusia untuk mengakhiri "perang konyol" dan "membuat kesepakatan," Orban seolah kebingungan.
Vegh mengatakan lebih lanjut, kepasrahan Orban mengenai sanksi UE mencerminkan bahwa ia "mempertimbangkan posisi Amerika."
Posisi Trump mungkin mengejutkan bagi Hungaria, imbuhnya. Orban "harus meredakan keberatannya" terhadap perpanjangan sanksi terhadap Rusia, dan kini terpaksa "berhati-hati dalam menjalin hubungannya dengan Moskow dan Washington."
Iklan
UE tangguhkan sanksi bagi Suriah
Uni Eropa juga menilai perkembangan di Suriah di bawah otoritas transisi kelompok Islamis Hayat Tahir al Sham (HTS), mantan afiliasi al Qaeda, saat mengajukan alasan mencabut sanksi terhadap negara yang dilanda perang itu.
Blok UE menyetujui "peta jalan untuk meringankan sanksi" sambil tetap mempertahankan opsi untuk memberlakukannya kembali, jika ternyata Suriah tidak membentuk pemerintahan yang inklusif, atau jika dituduh melakukan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.
Julien Barnes-Dacey, direktur program Timur Tengah & Afrika Utara di Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa (ECFR), mengatakan ada konsensus yang berkembang di Eropa tentang perlunya gerakan cepat untuk meringankan sanksi.
"Kondisi ekonomi yang buruk jelas merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi transisi positif," kata Barnes-Dacey kepada DW. "Ada risiko nyata bahwa jika negara tidak dapat distabilkan, keadaan dapat memburuk dengan cepat."