Uji Coba Roket Iran: Provokasi?
30 September 2009
Harian Perancis Le Courrier Picard yang menulis komentar:
„Provokasi? Tidak cuma itu. Iran mempertajam strategi konfrontasinya dengan melakukan uji coba roket jarak jauh yang dapat mencapai Israel. Masyarakat internasional memiliki alasan untuk meminta penjelasan dari Teheran tentang program atomnya. Hingga kini mereka tidak berhasil. Apakah cukup dengan peringatan terhadap Iran dengan menetapkan batas waktu tambahan untuk memberikan penjelasan dan mengancam dengan sanksi lebih berat? Masih harus ditunggu.“
Sementara Harian Denmark Berlingske Tidende tentang situasi konflik program atom Iran berkomentar
„Uji coba roket-roket Iran baru-baru ini adalah provokasi total, yang tidak mendukung politik dialog dari Barack Obama. Dengan demikian kita kini juga mengalami situasi dimana seorang presiden Amerika Serikat yang bersikap lembut terhadap Iran. Konflik ini sudah dijuluki "krisis roket Obama" seperti istilah di masa krisis Presiden John F. Kennedy dengan Uni Sovyet pada tahun 1962. Prosesnya akan menunjukkan apakah Obama dapat mengatasi krisis internasional berdimensi internasional yang akan berarti konfrontasi dengan Iran. Sekaligus ia harus memprioritaskan keamanan dan tetap membuka semua kemungkinan.“
Penangkapan sutradara kenamaan Roman Polanski di Zürich juga menjadi tema yang dikomentari harian di Eropa.
Harian Perancis La Republique des Pyrenees menulis:
„Apakah bebas hukum berlaku terhadap kemashuran? Pertanyaan ini muncul setelah penangkapan Polanski. Siapa yang berpendapat, bahwa seniman sebesar itu memiliki hak untuk mendapat dispensasi dan bakat besar seperti itu tidak dapat disekap dalam sel penjara, membantah satu prinsip dasar: Hukum berlaku sama bagi kita semua, apakah kini kita berkuasa atau orang hina sekalipun.“
Penangkapan Polanski sutradara kondang warganegara Perancis kelahiran Polandia ini dikomentari harian Polandia Gazeta Wyborcza
"Tinggal diharapkan Polanski secepatnya muncul di muka pengadilan di Kalifornia. Banyak hal-hal yang akan meringankannya, hakim yang tidak jujur 30 tahun lalu, korban yang memberikan maaf, kehidupan yang terpandang di Eropa, usia yang lanjut. Diyakini bahwa hakim akan mempertimbangkan hal-hal ini. Ia tidak akan mengumumkan hukuman penjara atau Polanski hanya secara simbolis mendekam sementara di sebuah penjara dengan keringanan kondisi penahanan. Tapi mula-mula Polanski harus bertanggung jawab di depan hakim. Amerika memiliki hukum, seorang penjahat harus dihukum."
DK/AS/dpa/AFP