1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
KonflikAsia

Uji Coba Rudal Jelajah Baru Korea Utara Memicu Ketegangan

Nik Martin sumber: AP, Reuters
29 Desember 2025

Menurut media pemerintah, Kim Jong Un mengawasi langsung latihan peluncuran rudal jelajah jarak jauh terbaru milik Korut. Uji coba ini menambah ketegangan dan kekhawatiran terkait ambisi nuklir Pyongyang.

Bendera Korea Utara di belakang simbol atom
Media pemerintah Korea Utara, KCNA, melaporkan uji coba rudal jelajah terbaru Korut di sebelah barat Semenanjung Korea dan mengenai sasaran merekaFoto: AP Graphics

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memimpin latihan peluncuran rudal jelajah strategis jarak jauh, seperti dilaporkan media berita milik Korea Utara KCNA, Senin (29/12).

Dalam uji coba itu, Kim mendorong pengembangan kekuatan senjata nuklir negara itu secara “tanpa batas dan berkelanjutan,” menurut KCNA. 

Kim juga menyatakan kepuasannya karena rudal jelajah itu berhasil terbang mengikuti orbit yang telah ditentukan di atas laut barat Semenanjung Korea dan mengenai sasaran. 

Kim: Uji coba rudal adalah "latihan yang bertanggung jawab"

Kim menggambarkan pemeriksaan rutin terhadap keandalan serta kemampuan respons cepat dari komponen-komponen penangkal nuklir Korea Utara hanya sebagai "latihan yang bertanggung jawab”. Ia menilai, hal ini karena negara tersebut "menghadapi berbagai ancaman keamanan.”

Dia juga menegaskan bahwa Pyongyang akan terus mengerahkan semua upayanya untuk mengembangkan kekuatan tempur nuklirnya, seperti dilaporkan KCNA.

Uji coba ini dilakukan setelah pekan lalu Korea Utara merilis gambar-gambar baru yang menunjukkan kemajuan signifikan pada kapal selam bertenaga nuklir pertamanya.

Foto-foto yang disiarkan media pemerintah memperlihatkan Kim Jong Un sedang meninjau lambung kapal seberat sekitar 8.700 ton yang hampir selesai di sebuah galangan kapal.

Korea Selatan minta bantuan Cina 

Perkembangan militer ini semakin meningkatkan ketegangan di kawasan, bertepatan dengan persiapan kunjungan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung ke Cina yang direncanakan pada awal Januari mendatang.

Lee diperkirakan akan meminta kerja sama Beijing untuk menangani persoalan ambisi nuklir Pyongyang serta isu-isu keamanan terkait.

Sementara itu, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir telah menggelar latihan udara gabungan berskala lebih besar, termasuk dengan menerbangkan pesawat pengebom B-52 milik AS bersama jet tempur Jepang di atas Laut Jepang pada awal bulan ini.

Pyongyang menuduh aktivitas tersebut mengganggu stabilitas regional.

Ketegangan ini terjadi di tengah kebuntuan yang telah berlangsung lama terkait program nuklir Korea Utara, mencakup hulu ledak, rudal balistik, serta sistem peluncuran dari kapal selam.

Presiden AS Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk membuka kembali dialog, serta mendorong Pyongyang agar kembali berinteraksi dengan Washington dan mitra-mitra regional di kawasan.

Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Iryanda Mardanuz

Editor: Tezar Aditya

Nik Martin Penulis berita aktual dan berita bisnis, kerap menjadi reporter radio saat bepergian keliling Eropa.
Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait