Kanselir Jerman Friedrich Merz mengusulkan status keanggotaan sementara Uni Eropa bagi Ukraina tanpa hak suara. Namun, Berlin menegaskan Kyiv tetap ditargetkan menjadi anggota penuh UE di masa depan.
Merz mengatakan Ukraina harus dibawa lebih dekat ke Uni Eropa [ARSIP: 13 Februari 2026]Foto: Michaela Stache/AFP
Iklan
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengusulkan agar Ukraina dijadikan “anggota asosiasi” Uni Eropa untuk mendekatkannya ke blok tersebut sebelum proses menuju keanggotaan penuh selesai.
Ukraina sangat ingin bergabung dengan Uni Eropa sebagai langkah untuk memperkuat keamanan dan kemakmurannya di tengah perang melawan invasi Rusia, terutama karena Amerika Serikat sejauh ini menolak gagasan Ukraina menjadi anggota NATO.
Kyiv mendorong kuat untuk menjadi anggota Uni Eropa di tengah invasi RusiaFoto: Beata Zawrzel/NurPhoto/picture alliance
Apa yang diusulkan Merz?
Dalam surat kepada pimpinan Uni Eropa, Ursula von der Leyen dan António Costa yang dilihat kantor-kantor berita pada Kamis (21/5), pemimpin Jerman itu mengusulkan agar pejabat Ukraina diizinkan ikut serta dalam pertemuan puncak dan rapat menteri Uni Eropa, tetapi tanpa hak suara.
Iklan
“Jelas bahwa kita tidak akan dapat menyelesaikan proses aksesi dalam waktu dekat, mengingat begitu banyak hambatan serta kompleksitas politik dalam proses ratifikasi,” tulis Merz.
Dalam proposal Merz, Ukraina juga akan tercakup dalam klausul bantuan timbal balik Uni Eropa, serta berhak memperoleh pendanaan dari sebagian anggaran blok tersebut.
Merz menegaskan bahwa ia tetap ingin Ukraina pada akhirnya menjadi “anggota penuh” dan mendesak dimulainya seluruh negosiasi yang diperlukan.
“Itu bukanlah bentuk keanggotaan yang diperingan,” tulisnya.
Efek perang Rusia terhadap Ukraina dirasakan di seluruh dunia. Harga makanan dan bahan bakar meningkat di mana-mana. Di beberapa negara kerusuhan pecah akibat naiknya harga barang kebutuhan utama.
Foto: Dong Jianghui/dpa/XinHua/picture alliance
Belanja Semakin Mahal di Jerman
Konsumen di Jerman merasakan kenaikan biaya hidup. Konsekuensi dari perang di Ukraina dan sanksi terhadap Rusia mulai terasa. Pada bulan Maret, tingkat inflasi Jerman mencapai level tertinggi sejak 1981. Pemerintah Jerman ingin segera mengembargo batubara Rusia, tetapi masih memperdebatkan pelarangan impor gas dan minyak dari Rusia.
Foto: Moritz Frankenberg/dpa/picture alliance
Antrian Mengisi Bahan Bakar di Kenya
Antrian panjang mobil di SPBU Nairobi. Di Kenya, warga juga merasakan dampak perang di Ukraina. Bahan bakar kian mahal, dan pasokannya terbatas, belum lagi krisis pangan. Duta Besar Kenya untuk PBB Martin Kimani dalam sidang Dewan Keamanan menyatakan keprihatinannya, dan membandingkan situasi di Ukraina timur dengan perubahan yang terjadi di Afrika setelah berakhirnya era kolonial.
Foto: SIMON MAINA/AFP via Getty Images
Siapa Amankan Suplai Gandum ke Turki?
Rusia adalah produsen gandum terbesar di dunia. Karena larangan ekspor dari Rusia, harga roti sekarang naik di banyak tempat, termasuk di Turki. Sanksi internasional telah mengganggu rantai pasokan. Ukraina juga merupakan salah satu dari lima pengekspor gandum terbesar di dunia, tetapi perang dengan Rusia membuat mereka tidak dapat mengirimkan barang dari pelabuhannya di Laut Hitam.
Foto: Burak Kara/Getty Images
Harga Gandum Melonjak di Irak
Seorang pekerja tengah menumpuk karung-karung tepung tergu di pasar Jamila, pasar grosir terpopuler di Baghdad. Harga gandum telah meroket di Irak sejak Rusia menginvasi Ukraina, karena kedua negara tersebut menyumbang setidaknya 30% dari perdagangan gandum dunia. Irak tetap netral sejauh ini, tetapi poster-poster pro-Putin sekarang telah dilarang di negara itu.
Foto: Ameer Al Mohammedaw/dpa/picture alliance
Unjuk Rasa di Peru
Para demonstran bentrok dengan polisi di ibukota Peru, Lima. Mereka memprotes kenaikan harga pangan, satu di antara rangkaian kenaikan harga. Krisis semakin diperburuk dengan adanya perang di Ukraina. Presiden Peru, Pedro Castillo memberlakukan jam malam dan keadaan darurat untuk sementara. Tapi jika peraturan tersebut dicabut, protes akan terus berlanjut.
Foto: ERNESTO BENAVIDES/AFP via Getty Images
Keadaan Darurat di Sri Lanka
Di Sri Lanka, warga turun ke jalan untuk mengekspresikan kemarahan mereka. Beberapa hari lalu, ada yang mencoba menyerbu kediaman pribadi Presiden Gotabaya Rajapaksa. Memuncaknya protes terhadap kenaikan biaya hidup, kekurangan bahan bakar, dan pemadaman listrik, mendorong presiden mengumumkan keadaan darurat nasional, sekaligus meminta bantuan pengadaan sumber daya dari India dan Cina.
Warga di Skotlandia juga memprotes kenaikan harga makanan dan energi. Di seluruh Inggris, serikat pekerja telah mengorganisir demonstrasi untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Brexit telah mengakibatkan kenaikan harga di banyak area kehidupan, dan perang di Ukraina makin memperburuk keadaan.
Foto: Jeff J Mitchell/Getty Images
Harga Ikan Goreng di Inggris Melonjak
Warga Inggris punya alasan untuk khawatir terkait hidangan nasional tercinta mereka "fish and chips". Sekitar 380 juta porsi goreng ikan dan kentang dikonsumsi di Inggris setiap tahun. Tetapi sanksi keras saat ini, berarti harga ikan putih dari Rusia, minyak goreng dan energi, semuanya melonjak naik. Pada Februari 2022, tingkat inflasi Inggris mencapai 6,2%.
Foto: ADRIAN DENNIS/AFP via Getty Images
Peluang Ekonomi bagi Nigeria?
Seorang pedagang di Ibafo, Nigeria, tengah mengemas tepung untuk dijual kembali. Nigeria telah lama ingin mengurangi ketergantungannya pada makanan impor, dan membuat ekonominya lebih tangguh lagi. Orang terkaya di Nigeria Aliko Dangot, baru-baru ini membuka pabrik pupuk terbesar di negara itu, dan berharap memiliki banyak pembeli. Apakah itu sebuah peluang? (kp/as)
“Proposal saya mencerminkan situasi khusus Ukraina sebagai negara yang sedang berperang. Ini akan membantu mempermudah perundingan damai yang sedang berlangsung sebagai bagian dari solusi damai yang dinegosiasikan,” tulis Merz.
Ia menambahkan bahwa langkah tersebut “penting bukan hanya bagi keamanan Ukraina, tetapi juga bagi seluruh keamanan benua Eropa.”
Merz mengatakan bahwa ia berniat mendiskusikan gagasannya dengan para pemimpin Eropa lainnya.
“Tujuan saya adalah mencapai kesepakatan secepat mungkin, dan membentuk Satuan Tugas khusus untuk menyusun rinciannya,” tulisnya.
Proposal Merz kemungkinan akan disambut dengan skeptisisme, baik oleh mitra-mitra Jerman di Uni Eropa maupun oleh Ukraina sendiri, yang khawatir solusi sementara seperti itu dapat membuat Kyiv berada dalam ketidakpastian tanpa akhir yang jelas.
Proses aksesi Uni Eropa yang panjang
Meskipun tahun 2027 sempat diajukan sebagai kemungkinan tanggal aksesi Ukraina ke Uni Eropa dalam rencana damai 20 poin yang dibahas oleh AS, Ukraina, dan Rusia, para pejabat Eropa menilai keanggotaan penuh Ukraina kemungkinan belum akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan.
Prosedur aksesi biasanya panjang dan melibatkan birokrasi yang besar, dengan negara kandidat diwajibkan memenuhi berbagai standar demokrasi dan ekonomi.
Seluruh 27 negara anggota Uni Eropa juga harus menyetujui dan meratifikasi proses aksesi tersebut, yang menambah kemungkinan hambatan.
Kemajuan Ukraina menuju aksesi Uni Eropa sebelumnya cukup terhambat oleh mantan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán. Namun, penggantinya, Peter Magyar, memunculkan harapan baru bahwa proses tersebut bisa bergerak lebih maju.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Rahka Susanto
Editor: Rizki Nugraha