1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Uni Eropa Kritik Pengadilan di Iran

11 Agustus 2009

Swedia yang tengah mengetuai Dewan Kepresidenan Uni Eropa, Senin (10/08), memanggil duta besar Iran di Stockholm untuk menyampaikan protes terhadap pegadilan massal bagi para pengunjuk rasa di Iran.

Beligen EU Präsidentschaft Schweden Carl Bildt
Menlu Swedia Carl BildtFoto: AP

Sidang mengadili seorang warga Iran, pegawai kedutaan besar Inggris, seorang warga Iran lainnya pegawai kedubes Perancis, dan seorang perempuan akademisi Perancis, Clotilde Reiss, yang sudah lima bulan mengajar di Isphahan, Iran. Ia ditangkap 1 Juli setelah menghadiri demonstrasi oposisi Iran.

Menurut keterangan pihak Iran, Reiss mengaku membuat laporan sepihak mengenai aksi protes terhadap hasil pemilihan presiden. Sementara kedua pegawai kedutaan asing tersebut mengatakan, atasan mereka memaksa untuk ikut serta dalam unjuk rasa.

Diplomat kedua negara bersangkutan, Perancis dan Inggris, meyakini, pengakuan itu disampaikan para tertuduh di bawah tekanan. Menlu Swedia Carl Bildt yang tengah mengetuai dewan kepresidenan Uni Eropa mengatakan, proses pengadilan hanya sandiwara belaka. "Saya, mewakili Eropa, bereaksi keras. Kami katakan, tindakan itu bukan saja diarahkan untuk melawan orang atau negara tertentu melainkan Uni Eropa secara keseluruhan. Maka dengan cara itu pula kita akan menghadapinya."

Uni Eropa akan mengupayakan segalanya untuk membebaskan ketiga orang tersebut, tandas Bildt. Hassan Ghashghavi, juru bicara Kementrian Luar Negeri Iran menanggapi dengan kata-kata, bahwa adalah hal yang tidak logis bila proses pengadilan di sebuah negara menantang 27 negara lain pada saat bersamaan. Iran tidak pernah campur tangan dalam pemilu atau proses pengadilan Uni Eropa. Karenanya Iran mengharapkan hal serupa dari Uni Eropa. Tuntutan pembebasan ketiga tertuduh ditolaknya.

Selama ini, Menteri Luar Negeri Swedia Carl Bildt, yang sudah makan banyak asam garam di dunia diplomasi, bersikap hati-hati dalam soal Iran. Ia senantiasa menekankan, betapa penting baginya kelanjutan dialog dengan pemerintah di Teheran.

Iran menangkap 4000 orang dalam rangkaian unjuk rasa memprotes terpilihnya kembali Presiden Mahmud Ahmadinejad. Selasa (11/08), juru bicara pengadilan Ali Reza Jamshidi mengatakan, 3.700 orang segera dilepaskan, namun mereka yang terlibat dalam kerusuhan ditangkap. Kini, sedikitnya 110 orang dihadapkan ke depan pengadilan revolusi Iran, termasuk seorang akademisi Perancis, dan dua staf lokal kedutaan Inggris dan Perancis.

Christoph Hasselbach/Renata Permadi

Editor: Yuniman Farid

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait