1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Universitas elit di Jerman

10 Januari 2004
Dalam program inovasinya yang diumumkan di Weimar, Partai SPD akan memberikan dukungannya bagi mereka yang memiliki bakat di Jerman. Sekitar sepuluh dari universitas yang ada akan diberi dukungan penuh agar nantinya dapat bersaing dengan universitas Harvard atau Stanford. Sejak itu para pakar dan tokoh politik mulai membicarakan apakah Jerman mampu untuk memiliki universitas elit. Berikut ulasan redaktur DW Daphne Antachopoulos.

Sebenarnya universitas elit bukan sesuatu yang baru di Jerman. Dalam sepuluh tahun terakhir muncul sejumlah perguruan tinggi swasta. 40 ribu dari 1,8 juta mahasiswa di Jerman berkuliah di perguruan tinggi yang berorientasi pada universitas elit di Amerika. Yakni, profesor dengan kualitas tinggi mengajar mahasiswa berbakat, bekerja disejumlah proyek penelitian berbiaya besar yang sebagian dibiayai oleh sektor ekonomi. Persatuan ilmuwan Jerman yang tugasnya membantu penelitian dan pengajaran di bidang ilmu pengetahuan sudah dua kali melakukan penelitain terhadap sekolah tinggi ini. Hasilnya menurut Angela Lindner, sekolah tinggi ini mempunyai kebebasan yang tidak dipunyai universitas negeri karena keterbatasannya. Masalahnya hanyalah soal dana. Mereka menilainya terlalu tinggi. Padahal di Jerman dana bisa diperoleh dari sektor ekonomi atau dari pihak swasta. Oleh sebab itu perguruan tinggi elit Amerika tidak punya masalah. Universitas elit Harvard sekarang memiliki kekayaan lebih dari 19 milyar dolar. Dana itu sebagian berasal dari bantuan negara dan juga dari sektor ekonomi. Rencana pembiayaan untuk perguruan tinggi negeri harus jelas yang menurut Partai SPD harus diperluas untuk membuat universitas elit. Kebebasan melakukan penelitian dan pengajaran tidak boleh dipengaruhi sektor ekonomi, kata menteri ilmu pengetahuan negara bagian Nordrhein-Westfalen Hannelore Kraft. Angela Lindner dari Persatuan Ilmuwan Jerman menilai sektor ekonomi tidak berkewajiban membiayai sekolah tinggi. Sebab pada dasarnya universitas adalah milik negara dan pendidikan merupakan tugas utama negara. Negara tidak boleh melepaskan tanggung jawabnya.

Sebenarnya yang bertanggung jawab untuk pendidikan adalah negara bagian. Mereka juga menanggung hampir 90 persen biaya perguruan tinggi. Pemerintah Jerman tidak dapat membayar sisanya sekaligus. Akibatnya, untuk tahun 2004 pemerintah Jerman mengurangi anggaran belanjanya untuk perguruan tinggi sebesar 135 juta Euro.

Namun dana bukan merupakan masalah utama. Yang penting tetap adanya persaingan diantara perguruan tinggi sehingga semakin banyak dihasilkan para ilmuwan yang dapat mengembangkan diri dan mau memberikan prestasinya. Sebab tidak hanya kualitas namun juga kuantitas seseorang sangat penting. Di universitas Harvard perbandingan dosen dan mahasiswa satu banding dua, di Jerman satu profesor bertangung jawab terhadap lima mahasiswa. Persyaratan lain untuk sebuah universitas elit adalah bahwa hanya mereka yang paling berbakat yang bisa kuliah di universitas itu. Universitas harus punya hak untuk memilih. Padahal di Jerman sebagian besar tempat kuliah diberikan oleh Pusat Pembagian Tempat Kuliah (ZVS). Setiap calon mahasiswa pasti bisa kuliah, hanya ia harus bersedia untuk kuliah di universitas yang ditunjuk atau menunggu beberapa semester. Untuk kuliah di universitas elit di Amerika juga dipungut biaya. Untuk kuliah di Harvard setiap tahun mahasiswa harus membayar sebesar 35 ribu Euro. Di Jerman hingga kini untuk kuliah tahun pertama tidak dipungut biaya. Hal ini juga akan dilakukan di universitas elit itu. Menurut Hannelore Kraft universitas elit di AS dibiayai dari uang kuliah hingga 10 persen.

Bagaimanapun universitas elit di Amerika hanya merupakan contoh bagi universitas elit yang akan dibuat di Jerman. Masih harus menunggu perkembangan selanjutnya. Sebab seluruh konsep tentang universitas elit Jerman ini belum selesai dan masih akan dibicarakan lagi.