1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Upaya Bersama UE Hadapi Bajak Laut di Somalia

2 Oktober 2008

UE hendak menyingkirkan perompakan di lepas pantai Somalia dengan aksi militer. Jerman juga akan berpartisipasi dengan sebuah kapal fregat.

Jahresrückblick 2008 International Juni Somalia Foto von somalischen Piraten die die ukrainische Faina geentert haben
Perompak yang membajak kapal Ukraina 'MV Faina' di lepas pantai Somalia.Foto: AP

Dalam upaya menghadapi bajak laut, sekurangnya enam negara UE menyatakan kesediaan berpartisipasi, bila dilakukan missi angkatan laut di lepas pantai Somalia. Demikian terdengar di sela-sela pertemuan informal para menteri pertahanan UE di Deauville, Normandie, Perancis. Yang disebut-sebut adalah Jerman, Spanyol, Swedia, Portugal, Perancis, Belanda dan kemungkinan besar juga Inggris.

Selambatnya akhir tahun ini tentara Jerman akan mengemban tugas berikutnya di luar negeri. Menteri Pertahanan Jerman Franz-Josef Jung mengemukakan, angkatan laut Jerman patut berpartisipasi dalam rencana aksi militer untuk menumpas bajak laut di perairan Somalia.

"Saya pikir, kita akan berpartisipasi dengan sebuah kapal fregat", demikian dikatakan Jung.


Negara-negara UE akan menyediakan tiga kapal perusak (fregat), sebuah kapal logistik dan tiga pesawat pengintai untuk menumpas bajak laut. Daerah lepas pantai Somalia merupakan perairan yang paling berbahaya bagi pelayaran internasional.

Tersangka perompak Somalia ditangkapFoto: picture-alliance/dpa

"Yang penting menyingkirkan bajak laut"

Para perompak itu menyerang kapal-kapal dagang dan kapal-kapal pesiar milik pribadi atau kapal pengangkut barang bantuan dari Program Pangan Dunia PBB, WFP. Menurut perhitungan PBB, setiap tahunnya bajak laut berhasil memperoleh sekitar 100 juta dolar lewat pemerasan. Sementara ini perompakan yang terjadi sudah sedemikian parah. Sejak tanggal 25 September para bajak laut menahan sebuah kapal Ukraina, 'MV Faina' yang mengangkut 33 tank buatan Soviet serta senjata berat lainnya.

Oleh sebab itu menteri pertahanan Franz-Josef Jung menganggap rencana UE itu sangat tepat. Kata Jung selanjutnya:

"Mula-mula yang penting adalah menyingkirkan pembajakan di laut, memulihkan keamanan pelayaran dan menjamin mulusnya perdagangan lewat jalur laut."

Seorang tentara Perancis berjaga-jaga di atas kapal perang Maitre L"Her yang berpatroli di perairan SomaliaFoto: AP


Menteri pertahanan Perancis dan ketua Dewan UE, Hervé Morin menunjuk pada keputusan Dewan Keamanan PBB bulan Juni lalu, yang memberikan wewenang kepada semua negara untuk menumpas bajak laut, juga di wilayah perairan Somalia. Menurut Hervé Morin:

"Ini merupakan misi yang berat, karena luasnya wilayah yang harus ditangani. Tetapi perompakan tidak dapat dibiarkan terus berlangsung."

Armada Rusia Turut Berpatroli

Dari pihak UE, di lepas pantai Somalia saat ini terdapat sebuah kapal fregat Perancis dan sebuah pesawat pengintai Spanyol dalam upaya memerangi bajak laut. Dalam kerangka missi 'Enduring Freedom' untuk memberantas teroris, Jerman saat ini berpartisipasi dengan sebuah pesawat pengintai jarak jauh.

Mulai bulan November kapal fregat 'Schleswig Holstein' juga akan melintas di Tanduk Afrika. Tetapi mandat dalam kerangka 'Enduring Freedom' hanya mengijinkan kapal Jerman itu memberikan bantuan darurat bagi kapal-kapal yang diserang, dan bukan partisipasi aktif untuk menumpas bajak laut.

Untuk memerangi bajak laut, Somalia juga mengijinkan kapal perang Rusia melakukan patroli di lepas pantainya. Hal tsb dikemukakan duta besar Somalia untuk Rusia, Mohammad Handule di Moskow. (dgl)