Upaya Terakhri Kaum Kiri Prancis
11 Juni 2007
Perdana Menteri Francois Fillon menggambarkan hasil sementara ini sebagai isyarat dari tekad kuat rakyat Prancis untuk menjalankan reformasi ekonomi yang ditawarkan pemerintah. Namun ia menyatakan semua itu masih harus ditentukan di putana kedua nanti. Francois Fillon dalam pidatonya kepada rakyat Prancis:
"Sebagaimana hasil pemilihan presiden yang membanggakan dan menakjubkan. Pemilu Parlemen putaran pertama ini menunjukan kehendak Anda untuk menentukan arah baru Prancis. Ini menunjukan harapan besar untuk memutus mata rantai dengan kegagalan di masa lalu, membebaskan negeri kita dari ketidak berdayaan dan sikap masa bodoh. In harapan besar bagi kebangkitan kembali negeri kita."
Pidato Francois Fillon sudah bernada kemenangan. Betapa tidak. Hasil putaran pertama hari Minggu kemarin menunjukan, UMP akan mendapat setidaknya 383, bahkan sampai 500 kursi dari 577 kursi parlemen yang diperebutkan. Jauh lebih kuat ketimbang sekarang, dengan 359 kursi di parlemen. Sementara oposisi terkuat, Partai Sosialis diperkirakan hanya akan mendapat maksimum 185 kursi, namun bisa pula cuma memperoleh 60 kursi. Lebih parah dari rekor perolehan kursi terburuk mereka tahun 1993, dengan 67 kursi. Sekarang ini Partai Sosialis memiliki 149 kursi.
Dengan demikian pemerintahan kanan Presiden Nicolas Sarkozy memperoleh pula dukungan mutlak di parlemen. Kemenangan ganda ini tak pernah terjadi dalam pemilu Prancis sejak tahun 1978.
Para tokoh Partai Sosialis pun melakukan berbagai upaya terakhir untuk mencegah keadaan yang lebih buruk. Terutama dalam menyerukan kaum kiri untuk menggunakan hak pilih mereka di putaran kedua. Francois Hollande, Sekretaris Jenderal Partai Sosialis:
"Rakyat Prancis tidak tergerak untuk memilih di putaran pertama. Barangkali mereka berpikir sesudah pemilu presiden, sudah tidak ada lagi yang dipertaruhkan, karenanya tidak ada perlunya menggunakan hak pilih. Tetapi kami ingatkan, masih ada yang dipertaruhkan di putaran kedua nanti".
Angka pengguna hak pilih kali ini memang sangat rendah. Hanya 63 persen. Padahal saat Pemilu Presiden, pemilih mencapai rekor tertinggi 84 persen. Segolene Royal, capres Partai Sosialis yang kalah dari Nicolas Sarkozy, memohon para pemilihnya untuk sekali lagi terlibat. Katanya:
"Angka yang tidak menggunakan hak pilih mencapai rekor terendah. Artinya ada sesuatu yang salah. Saya tentu tak menyalahkan Anda, rakyat Prancis. Namun saya ingin menyerukan Anda untuk memilih di putaran kedua nanti. Saya ingin mengingatkan, di bagian lain dunia ini, masih ada yang harus mempertaruhkan jiwanya sekadar agar bisa mendapat hak untuk memilih. Jadi, ayo. Gunakan hak pilih Anda. Gunakan hak pilih itu, demi Anda sendiri."
Segolene Royal mengingatkan pula, pemerintahan kanan dengan parlemen yang didominasi mutlak oleh partai kanan yang sama, sangat berbahaya untuk demokrasi. Karena pemerintah jadi mustahil untuk dikontrol. Kembali Segolene Royal:
"Demokrasi sedang membutuhkan kekuatan kaum kiri yang juga besar".
Tokoh garis tengah Francois Bayrou, juga mengungkapkan kecemasannya. Partai baru yang didirikannya maksimum hanya akan memperoleh 4 kursi, padahal saat pemilihan presiden, Francois bayrou menempati posisi tiga dengan 19 persen suara. Francois Bayrou memperingatkan, kecenderungan ini mengancam kehidupan demokrasi Prancis. Ia bahkan tegas menyatakan, suatu hari nanti rakyat Prancis akan menyesali pilihan ini.