Minggu (06/04), tak terduga, Paus Fransiskus muncul di kerumunan di Vatikan untuk pertama kalinya sejak dirawat di rumah sakit karena pneumonia. Ini adalah penampilan di depan publik pertamanya sejak 14 Februari lalu.
Tampil pertama kalinya sejak sakit lama, Paus disambutFoto: Vatican Media/AP/HO/picture alliance
Iklan
Paus Fransiskus muncul secara mengejutkan di depan publik pada hari Minggu (06/04), saat ia bertemu dengan umat di Vatikan, hanya dua minggu setelah keluar dari rumah sakit.
Paus yang berusia 88 tahun ini tengah pulih dari pneumonia berat setelah dirawat di rumah sakit pada tanggal 14 Februari akibat mengalami kesulitan pernapasan akut.
"Selamat hari Minggu untuk semua. Terima kasih banyak," ujar Paus Fransiskus dengan suara yang lemah, namun lebih kuat dibandingkan saat ia meninggalkan Rumah Sakit Gemelli pada 23 Maret. Ia terlihat didorong menggunakan kursi roda, melintasi Lapangan Santo Petrus Vatikan, setelah mengikuti misa yang didedikasikan bagi mereka yang sakit.
Dihujani bunyi jepretan dan cahaya lampu ponsel dan kamera banyak orang yang mengambil gambarnya, Paus yang menggunakan tabung pernapasan hidung, mencoba bicara dengan suaranya yang meskipun rapuh, tetap terdengar lebih jelas daripada sebelumnya.
Banyak yang akget dengan kemunculan Paus di tengah massaFoto: Andrew Medichini/AP Photo/picture alliance
Periode terpanjang di rumah sakit
Paus Fransiskus, yang kini berusia 88 tahun, dirawat di rumah sakit lebih dari lima minggu dalam menghadapi krisis kesehatan terparahsepanjang 12 tahun kepausannya.
Iklan
Penyakit bronkitis yang dideritanya berkembang menjadi pneumonia ganda, kondisi yang sangat kritis mengingat di masa muda, Paus Fransiskus pernah menderita pleuritis dan menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru.
Bulan lalu, kepala tim medis Paus mengungkapkan bahwa pada satu titik selama 38 hari perawatan, Paus hampir tidak selamat, sehingga dokter-dokternya sempat mempertimbangkan untuk menghentikan pengobatan agar beliau bisa meninggal dengan tenang.
Misa untuk menghormati pekerja medis
Tanpa pemberitahuan sebelumnya, Paus keluar ke Lapangan Santo Petrus sekitar pukul 11:00 waktu setempat, setelah perayaan misa yang memperingati Tahun Yubelium Gereja Katolik.
Setiap Minggu, Paus biasanya memimpin doa siang di Lapangan Santo Petrus, namun ia belum melakukannya sejak 9 Februari, sebelum dirawat di rumah sakit.
Misa pada hari Minggu kemarin ini merupakan bagian dari perayaan khusus untuk menghormati pekerja kesehatan dan mereka yang sedang sakit.
Dalam pesan tertulis yang dirilis oleh Vatikan setelah misa, Paus Fransiskus menyampaikan bahwa ia merasakan kedekatan Tuhan selama masa perawatannya di rumah sakit.
"Saya memohon kepada Tuhan agar sentuhan kasih-Nya ini sampai kepada semua yang menderita dan memberi semangat kepada mereka yang merawat mereka," tulisnya.
Kunjungan Bersejarah Paus Fransiskus di Indonesia
Paus Fransiskus berada di Indonesia dalam rangka perjalanan apostolik di Asia Pasifik. Ini adalah kali ketiga Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik sedunia sekaligus Kepala Negara Vatikan mengunjungi tanah air.
Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Dari Roma menuju Jakarta
Selasa, 3 September 2024, Paus Fransiskus mendarat menggunakan pesawat komersil ITA Airways di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dari Roma, Italia. Melansir AFP, kepada 80 orang wartawan yang ikut dalam kunjungan ini, ia mengaku perjalanan selama 13 jam ke Indonesia merupakan penerbangan paling panjang sejak ia menjadi Paus di Vatikan.
Foto: VATICAN MEDIA/AFP
Penantian setelah 35 tahun
Kedatangan Paus yang memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio pada hari Selasa (03/09) ini disambut oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hingga Ketua Panitia Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia, Ignatius Jonan. Lawatan kali ini merupakan penantian 35 tahun setelah Paus Yohanes Paulus II berkunjung pada tahun 1989.
Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
Tolak hotel berbintang dan naik mobil mewah
Paus Fransiskus memilih untuk menginap di Kedutaan Besar Vatikan daripada di hotel bintang lima. Selain menolak menginap di hotel, Paus juga memilih untuk tidak menggunakan mobil mewah selama berada di Indonesia. Sebagai gantinya, ia memilih Toyota Innova, kendaraan yang biasa digunakan masyarakat Indonesia.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Bertemu Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut kedatangan Paus Fransiskus yang tiba di halaman Istana Merdeka pada hari Rabu (04/09) pukul 09.35 WIB. Upacara kenegaraan digelar untuk menyambut kedatangan Paus Fransiskus. Setelah penyambutan selesai, dilanjutkan dengan perkenalan para menteri. Jokowi kemudian mengarahkan Paus menuju Ruang Kredensial untuk berdialog.
Foto: INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE
Kerukunan, kemajemukan, hingga perdamaian
Dalam pidatonya di Istana Negara, Paus Fransiskus berbicara soal kerukunan, kemajemukan, hingga perdamaian. "Kerukunan di dalam perbedaan dicapai ketika perspektif-perspektif tertentu mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan bersama dari semua orang dan ketika seluruh kelompok suku dan agama bertindak dalam semangat persaudaraan," ujarnya dalam bahasa Italia.
Foto: Muchlis Jr/Indonesia Presidency
Menanti Paus Fransiskus
Ratusan umat Katolik memadati area depan Gereja Katedral Jakarta (depan Masjid Istiqlal). Mereka tampak berkerumun untuk menunggu kedatangan Paus Fransiskus pada Rabu (04/09) sore.
Foto: INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/Fakhri Fadlurrohman
Pesan Paus di depan para rohaniwan
Paus Fransiskus melakukan pertemuan dengan uskup, imam, diakon, seminaris, dan katekis di Gereja Katedral Jakarta, Rabu (04/09). Dalam kesempatan itu, Paus menyinggung soal bela rasa. "Yang membuat dunia bergerak maju bukanlah perhitungan kepentingan pribadi, yang umumnya berujung pada kerusakan ciptaan dan pemecah belahan komunitas, tapi mempersembahkan kasih kepada sesama," ucapnya.
Foto: INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE
Gerakan Scholas Occurrentes
Paus Fransiskus bertemu dengan remaja dari Scholas Occurrentes di Graha Pemuda Komplek Gereja Katedral Jakarta, Rabu (04/09). Gerakan pendidikan global ini diinisiasi oleh Paus pada tahun 2013 saat ia masih menjabat sebagai Uskup Agung Buenos Aires di Argentina. Scholas Occurrentes hadir di Indonesia sejak diundang dalam agenda G20 Summit di Bali pada tahun 2022.
Foto: INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE
Deklarasi Bersama Istiqlal 2024
Paus Fransiskus tiba di Masjid Istiqlal pada pukul 09.15 WIB. Bersama Imam Besar Nasaruddin Umar, Paus mengunjungi Terowongan Silaturahim yang menghubungkan halaman Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Kemudian keduanya menandatangani Deklarasi Bersama Istiqlal 2024: “Meneguhkan Kerukunan Umat Beragama untuk Kemanusiaan”.
Ada momen menarik saat Paus Fransiskus mengunjungi Masjid Istiqlal, Kamis (05/09). Paus tampak terlihat sangat akrab dan dekat dengan Nasaruddin Umar. Keduanya saling bersalaman saat hendak berpisah. Nasaruddin tampak mengecup dahi Paus Fransiskus sebanyak dua kali.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Dibalas cium tangan
Nasaruddin lebih dulu mencium kepala Paus Fransiskus, lantas dibalas cium tangan oleh Kepala Negara Vatikan tersebut. Momen akrab dua pemuka agama ini terjadi di halaman Masjid Istiqlal.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Paus temui penyandang disabilitas
Setelah mengunjungi Masjid Istiqlal, Paus Fransiskus menemui sekelompok orang sakit, penyandang disabilitas, dan orang miskin di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Mereka juga diberi kesempatan untuk menyampaikan ungkapan hatinya kepada Paus.
Foto: Iwan Jayadi/Indonesia Papal Visit Committee
Lautan manusia di Stadion GBK
Misa Agung di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada hari Kamis (05/09) menjadi puncak kegiatan dari rangkaian perjalanan apostolik sekaligus kunjungan kenegaraan Paus Fransiskus di Indonesia. Lebih dari 86 ribu umat Katolik menyambut kedatangan Paus yang berkeliling menaiki mobil Maung MV3 buatan PT Pindad.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Paus ingatkan umat untuk berbuat baik
Saat memimpin misa, Paus Fransiskus kembali berpesan soal pentingnya menjaga perdamaian. "Dengan dibimbing oleh sabda Tuhan, saya mendorong Anda semua untuk menaburkan kasih, dengan penuh keyakinan menempuh jalan dialog," ucapnya. Paus juga menyebut berbuat baik memang tidak selalu berbalas kebaikan. Namun, upaya untuk menjadi aktor perdamaian harus terus dilakukan.
Foto: Indonesia Papal Visit Committee
Paus bertolak ke Papua Nugini
Paus Fransiskus tiba di Bandara Soetta pada hari Jumat (06/09) pukul 10.00 WIB diiringi oleh pengawalan. Paus menaiki pesawat komersial Garuda Indonesia untuk menuju Papua Nugini. Ia akan berada di Papua Nugini pada 6 hingga 9 September 2024 dan melanjutkan perjalanan ke Timor Leste pada 9 hingga 11 September. (ha/yf)