Setelah kekalahan memalukan Mei silam, militer Irak kembali berjejak di Ramadi. Ibukota provinsi Anbar yang menghubungkan Irak dengan Yordania dan Suriah itu diklaim telah sepenuhnya dibebaskan dari Islamic State
Foto: picture-alliance/dpa/Str
Iklan
Ramadi berada sepenuhnya dalam genggaman pemerintah Irak, klaim seorang jurubicara militer di tengah operasi pembebasan ibukota Provinsi Anbar itu dari kekuasaan milisi Islamic State. Berita kemenangan tersebut dikumandangkan usai serdadu Irak menghalau "jihadis" dari kompleks pemerintahan di pusat kota.
Namun begitu masih ada "kantung-kantung perlawanan" di Ramadi, antara lain keberadaan pelaku bom bunuh diri di dalam kompleks pemerintah, tulis BBC. "Kita harus hati-hari mendeklarasikan kemenangan sampai ada pengumuman resmi dari kantor perdana menteri," ujar jubir pemerintahan provinsi Anbar, Muhannad Haimour kepada media Inggris itu.
Kompleks pemerintahan di Ramadi juga belum sepenuhnya dibersihkan. Menurut seorang pejabat militer, gerilayawan IS sebelumya telah memastikan kawasan tersebut akan menjadi kuburan massal buat serdadu pemerintah Irak.
"IS menanam lebih dari 300 bahan peledak dan ranjau di jalan raya dan di dalam gedung kompleks pemerintah," tutur Brigadir Jendral Majid al-Fatlawi. "Mereka menggunakan semuanya, mulai dari tabung oksigen hingga jerigen yang berisikan C-4 dan chlorine."
Militer Irak belum bersedia menyebut angka korban yang jatuh di pihaknya. Tapi seorang sumber di rumah sakit menyebut terdapat 100 serdadu yang kini dirawat akibat luka tembakan atau terbakar. Sementara "jenazah" serdadu yang tewas "langsung dibawa ke rumah sakit militer" di dekat bandar udara Baghdad, ujarnya kepada kantor berita AFP.
Ramadi jatuh ke tangan IS bulan Mei silam setelah serdadu Irak melarikan diri dari pertempuran dan meninggalkan perlengkapan perang dalam jumlah besar, antara lain sejumlah kendaraan lapis baja. Pekan lalu pemerintah di Baghdad bersumpah akan merebut Ramadi kembali dari IS.
Ramadi menyimpan segudang keuntungan strategis. Kota yang berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa itu tidak cuma berjarak 100 km dari Baghdad, tetapi juga dilewati jalur penghubung utama dari ibukota Irak ke Yordania atau Suriah.
Setelah operasi pembebasan Ramadi, militer Irak kini didesak untuk bergerak ke utara buat menghalau IS dari kota Mosul. Kota berpenduduk 1,7 juta jiwa itu adalah ladang emas buat IS karena menyediakan pajak perorangan yang terbesar dari semua kota yang dikuasai kelompok teror tersebut.
Inilah Sumber Keuangan ISIS
Sumber utama keuangan ISIS adalah penjualan minyak, penjarahan bank, pajak dari rakyat di daerah pendudukan dan penjualan barang antik. Dengan kekayaan 2 milyar Dolar ISIS bisa bertahan 2 tahun jika jalur dana diputus.
Foto: picture alliance/abaca
Penjualan Minyak Illegal
Sumber utama pemasukan ISIS adalah dari penjualan minyak ilegal. ISIS berhasil merebut beberapa ladang minyak penting di Suriah dan Irak. Sudah jadi rahasia umum jalur penyelundupannya adalah lewat Turki. Pentagon menaksir tiap bulan ISIS meraup omset 40 juta Dolar dari pasar gelap minyak.
Foto: Getty Images/J. Moore
Penjarahan Bank
ISIS selalu menjarah bank-bank di kawasan yang mereka rebut di Suriah dan Irak. Pemerintah Amerika menaksir antara 500 juta hingga satu milyar Dolar berhasil diraup ISIS dari bank-bank tersebut. Saat menaklukkan kota Mossul di utara Irak, dilaporkan 420 juta Dolar raib dijarah. Jumlah ini cukup buat membayar gaji 50.000 jihadis selama setahun.
Foto: Getty Images/S. Platt
Pajak dan Pemerasan
8 juta rakyat di kawasan kekuasaan ISIS harus membayar pajak Antara 5 sampai 15 persen dari pendapatan. Pemerintah Jerman melaporkan, ISIS juga terapkan pajak khusus bagi warga non Muslim. Juga perusahaan di kawasan taklukan harus membayar rutin sejumlah uang perlindungan.
Foto: DW/Andreas Stahl
Penjualan Barang Antik
Para "jihadis" biasa mempropagandakan aksi menghancurkan berhala dari kota-kota antik yang dikuasai ISIS. Tapi barang antik berharga tinggi biasanya diamankan dan diselundupkan untuk dijual di pasar gelap. Juga banyak artefak temuan arkeolog yang disita dan dijual di pasar gelap. Sejauh ini tidak ada angka pasti omset penjualannya.
Foto: Getty Images/AFP/J. Eid
Penculikan dan Uang Tebusan
Penculikan dan permintaan uang tebusan, ibarat pisau bermata dua bagi ISIS. Di satu sisi sumber pemasukan, dan di sisi lain propaganda teror. ISIS diyakini kantungi puluhan juta Dolar uang tebusan. Sandera yang punya efek propaganda besar, biasanya dieksekusi dan videonya ditayangkan lewat Internet. Dengan sekali pukul, ISIS mencapai dua sasaran.
Foto: picture-alliance/AP Photo
Sumbangan
Simpatisan ISIS cukup banyak tersebar di mana-mana dan menyumbang dana bagi kelompok teror ini. Total sumbangannya ditaksir 40 juta Dolar pertahun. Lembaga riset terorisme internasional melaporkan, kasus tertinggi dipegang Arab Saudi, yang sejak 2010 menghukum 860 orang dengan tuduhan membiayai teror. Posisi kedua diduduki AS dengan 100 vonis.