Hanoi kian 'merangkul' mitra regionalnya di tengah gejolak geopolitik, tingkatkan kerjasama ekonomi, teknologi, hingga keamanan.
To Lam, Sekretaris Jenderal Partai Komunis VietnamFoto: DANG ANH/AFP
Iklan
Vietnam dan Singapura sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateralnya menjadi kemitraan strategis yang komprehensif ketika pemimpin Vietnam, To Lam, mengunjungi negara tersebut minggu lalu.
Lam, sekretaris jenderal Partai Komunis Vietnam yang juga politisi paling berkuasa di Vietnam, mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, dan para pejabat tinggi lainnya untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan keamanan kedua negara.
Selama kunjungan tersebut, kedua negara menandatangani beberapa perjanjian dan mendiskusikan kerja sama pengembangan kabel bawah laut, konektivitas digital, dan pertukaran data lintas batas.
Berdasarkan pernyataan bersama kedua negara, Lam dan Wong juga turut membahas pembangunan hijau, perluasan kawasan industri, serta perdamaian dan stabilitas wilayah.
Bagaimana Vietnam Bangkit Jadi Macan Ekonomi Baru Asia?
Reformasi "Doi Moi" yang membuka privatisasi ekonomi pada pertengahan 1980-an mencuatkan Vietnam dari negara miskin menjadi salah satu macan ekonomi Asia Tenggara hanya dalam tiga dekade. Apa rahasianya?
Foto: Nhac Nguyen/AFP
Denyut Ekonomi Vietnam
Ho Chi Minh City yang dulu dikenal dengan nama Saigon merupakan jantung ekonomi Vietnam. Pada 2050 nanti bekas negeri Komunis ini diyakini akan menembus daftar 20 besar kekuatan ekonomi dunia, jika berhasil mempertahankan tingkat pertumbuhan di angka 5%. Saat ini Vietnam menduduki posisi ke-32 perekonomian paling gemuk sedunia dengan pertumbuhan mencapai 7 persen per tahunnya.
Foto: James T Clark
Perekonomian Dua Roda
Lautan sepeda motor yang menyemuti jalan-jalan kota Ho Chi Minh menjadi salah satu manifestasi pertumbuhan ekonomi yang pesat. Saat ini ibukota Vietnam dilalui oleh lebih dari 7 juta sepeda motor setiap harinya. Sejak reformasi ekonomi pada dekade 1980-an, pemasukan per kapita penduduk Vietnam meningkat enam kali lipat.
Foto: DW/Benjamin Bathke
Ambisi Besar Sektor IT
Terutama sektor teknologi Vietnam menjadi motor penggerak tumbuhnya lapangan kerja bagi profesional muda. Perusahaan startup bernama NFQ Asia misalnya menggaji pengembang software antara $ 1.000 hingga $ 2.000 per bulan atau sekitar 30 juta Rupiah. "Penduduk Vietnam lapar akan kesuksesan dan mau bekerja sangat keras," kata pendiri NFQ Asia, Lars Jangkowfsky.
Foto: DW/Benjamin Bathke
Pembenahan Transportasi
Vietnam saat ini sedang membangun jalur kereta bawah tanah pertama di Hanoi dan Ho Chi Minh untuk mengatasi kemacetan. Fasilitas baru di Hanoi itu misalnya sudah akan bisa digunakan mulai akhir tahun depan. Serupa di Indonesia, untuk proyek raksasa ini Vietnam menjalin kerjasama dengan Jepang dalam menyediakan tenaga dan peralatan teknis.
Foto: DW/Benjamin Bathke
Mendunia Berkat Biji Kopi
Bukan kebetulan Vietnam terkenal lewat komoditas kopi. Pasalnya negeri kecil ini merupakan produsen biji kopi terbesar kedua di dunia, setelah Brazil. Kiprah industri kopi Vietnam mencerminkan pertumbuhan ekonomi negeri itu, dari pangsa pasar sebesar 0,1% pada dekade 1980-an, kini Vietnam menyumbang 20% pada produksi kopi dunia.
Foto: DW/Benjamin Bathke
Musim Semi Abadi di Da Lat
Da Lạt yang terletak di selatan adalah salah satu pusat agrikultur Vietnam. Kota yang dikelilingi hutan, danau dan pegunungan ini memiliki nama lain, yakni "kota musim semi abadi" lantaran iklimnya yang sempurna untuk produksi kopi, sayur-sayuran dan budidaya bunga.
Foto: DW/Benjamin Bathke
Gairah Ekonomi Bayangan
Pemandu wisata, pedagang kaki lima, petani atau pemilik kedai kopi di pinggir jalan - mereka adalah bagian dari sektor informal Vietnam yang tumbuh pesat. Diperkirakan tiga dari empat penduduk Vietnam bekerja di sektor informal. (rzn/ap)
Foto: DW/Benjamin Bathke
7 foto1 | 7
Ratusan trilliun investasi Singapura untuk Vietnam
Kedua negara, yang merupakan anggota blok regional Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), memiliki hubungan komersial yang erat. Tahun 2024, perdagangan bilateral keduanya mencapai 23,5 miliar USD (387 triliun Rupiah), menandai peningkatan sebesar 9,5% dari tahun 2023.
Singapura merupakan salah satu investor asing terbesar di Vietnam, dengan angka investasi yang mencapai 10,2 miliar USD atau sekitar 168 triliun Rupiah di tahun 2024. Jumlah tersebut menyumbang 27% dari total investasi asing di Vietnam, menurut data resmi.
Bich Tran, seorang peneliti pascadoktoral di Lee Kuan Yew School of Public Diplomacy di Singapura, mengatakan bahwa Hanoi sedang berusaha untuk "meningkatkan posisi internasionalnya” dengan meningkatkan hubungan dengan negara pulau tersebut.
"Singapura menawarkan investasi dan kemajuan teknologi dalam transformasi digital dan transisi hijau,” katanya kepada DW.
Ayo berlangganan newsletter mingguan Wednesday Bite. Recharge pengetahuanmu di tengah minggu, biar topik obrolan makin seru!
Vietnam yang terus berkembang
Langkah untuk meningkatkan hubungan ini dilakukan pada saat turbulensi geopolitik akibat kebijakan "America First” Presiden AS Donald Trump yang agresif, termasuk upaya untuk mengarahkan kembali arus perdagangan dan investasi global ditengah ancaman pemberlakukan tarif besar-besaran pada mitra ekonomi.
Ja Ian Chong, asisten profesor ilmu politik di National University of Singapore, mengatakan bahwa dengan memperkuat hubungan dengan Vietnam, Singapura berusaha untuk "mengurangi ketidakpastian” yang disebabkan oleh pernyataan dan tindakan Washington.
"Hubungan Singapura dengan Vietnam sudah cukup baik, terutama secara ekonomi. Ini adalah pasar yang besar. Jadi peningkatan hubungan keduanya akan mengurangi beberapa risiko ekonomi yang berasal dari ketidakpastian AS,” katanya kepada DW.
Kembali Berkuasa, Trump Bikin Kebijakan Baru yang Kontroversial
Setelah dilantik kembali pada 20 Januari 2025, Donald Trump memperkenalkan kebijakan kontroversial seperti tarif tinggi, pembekuan dana internasional, hingga perubahan kebijakan luar negeri yang memicu ketegangan global.
Foto: Evan Vucci/AP Photo/picture alliance
Deportasi migran ilegal
Dalam pidato pelantikannya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan niat mendeportasi 'jutaan dan jutaan' migran ilegal. Pada minggu pertama Trump menjabat, hampir 2.400 migran ditangkap ICE, terutama yang pernah terjerat kasus hukum. Kongres AS juga telah meloloskan Lakes Riley Act, yang memungkinkan penahanan migran tanpa status sah untuk kejahatan berat dan pelanggaran ringan.
Foto: Isaac Guzman/AFP
AS mundur dari Perjanjian Paris
Pada hari pertama menjabat, Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk menarik AS dari Perjanjian Paris, yang kedua kalinya ia lakukan. Tindakan ini menuai kontroversi. "Emisi AS berperan besar dalam menentukan apakah kita bisa tetap di bawah batas 2 derajat dan 1,5 derajat," kata Laura Schäfer dari LSM lingkungan dan HAM, Germanwatch.
Foto: JIM WATSON/AFP
Hengkang dari WHO
Trump menarik Amerika Serikat keluar dari WHO. Para ahli memperingatkan langkah ini akan menghambat penanganan wabah penyakit dan masalah kesehatan global. Namun, resolusi kongres mengharuskan pemberitahuan satu tahun dan pelunasan kewajiban sehingga perintah ini baru berlaku penuh Januari 2026. Trump juga menghentikan transfer dana AS ke WHO, yang berdampak pada pendanaan organisasi tersebut.
Foto: Maksym Yemelyanov/Zoonar/picture alliance
Ganti nama Teluk Amerika
Presiden Trump menandatangani dekret untuk mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika dan mengembalikan nama Gunung Denali di Alaska menjadi McKinley. Dalam posting di X pada 27 Januari 2025, Google menyatakan akan mengikuti praktik lama untuk menerapkan perubahan nama lokasi sesuai pembaruan resmi pemerintah yang merujuk pada Geographic Names Information System (GNIS).
Foto: Roberto Schmidt/AFP/Getty Images
Rencana setop hibah dan pinjaman federal
Pada Senin (27/01), Trump menginstruksikan badan-badan federal untuk menghentikan sementara pencairan hibah dan pinjaman federal di seluruh AS. Kebijakan ini dianggap mengancam program vital seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, dan bantuan bencana. Namun, seorang hakim federal memblokir sementara rencana tersebut beberapa menit sebelum kebijakan dijadwalkan berlaku pada Selasa (28/01) malam.
Foto: Jim Watson/AFP/Getty Images
Larang atlet transgender di olahraga perempuan
Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang atlet transgender berkompetisi dalam olahraga perempuan dan anak perempuan, Rabu (05/02). Langkah ini merupakan bagian dari serangkaian tindakan untuk membatasi hak LGBTQ+. Perintah ini juga menyatakan bahwa negara hanya akan mengakui dua jenis kelamin, pria dan perempuan. Sekolah yang melanggar aturan ini berisiko kehilangan dana federal.
Foto: Andres Caballero-Reynolds/AFP
Pembekuan dana USAID ke 130 negara
Keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan dana bantuan USAID telah menghentikan proyek-proyek di sekitar 130 negara, termasuk Indonesia, berdampak dramatis pada jutaan orang dan pekerja bantuan. Trump menuduh USAID melakukan pemborosan, dengan menulis di Truth Social, "Sepertinya miliaran dolar telah dicuri di USAID.” Namun, ia tidak memberikan bukti apa pun.
Foto: Sofia Toscano/colprensa/dpa/picture alliance
Satgas DOGE untuk efisiensi
Satuan Tugas Department of Government Efficiency (DOGE) dibentuk Presiden AS Donald Trump untuk merombak sistem birokrasi federal. DOGE, yang dipimpin oleh Elon Musk, bertujuan mengurangi peraturan, pengeluaran, dan staf pemerintah. Banyak pihak mengkritik minimnya transparansi dalam perekrutan tim DOGE dan mempertanyakan jika tim tersebut telah melalui pemeriksaan terkait kesesuaian dan keamanan.
Foto: Andrew Harnik/Getty Images via AFP
Keinginan AS ambil alih Gaza
Presiden Trump mengusulkan agar AS mengambil alih Jalur Gaza. Usulan ini disampaikan saat kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke AS, Selasa (04/02). "AS akan mengambil alih Jalur Gaza dan kami juga akan melakukan sebuah pekerjaan. Kami akan memilikinya. Dan bertanggung jawab untuk membongkar semua bom berbahaya yang belum meledak dan senjata lainnya di tempat tersebut," kata Trump.
Foto: Khalil Ramzi/REUTERS
Kenaikan tarif impor baja dan alumunium
Trump mengumumkan tarif 25% untuk impor baja dan aluminium, berlaku Maret 2025. Kebijakan ini bertujuan "membuat Amerika kaya kembali," kata dia. Namun, banyak ekonom menolak asumsi ini, dan menyatakan justru merugikan semua pihak. Tarif dimaksudkan melindungi produsen dalam negeri, tetapi industri AS masih bergantung pada impor logam, yang dapat meningkatkan biaya produksi dan memicu inflasi.
Foto: IMAGO/Newscom / AdMedia
10 foto1 | 10
Hanoi berfokus pada "memprioritaskan kemitraan dengan negara-negara tetangga utama dan memperkuat jaringan aliansi regional,” kata Khac Giang Nguyen, peneliti tamu di Program Studi Vietnam di ISEAS - Yusof Ishak Institute Singapura.
"Bagi Vietnam, perlindungan nyata terhadap ketidakpastian geopolitik terletak pada kemampuan mereka untuk bersatu dan memperdalam hubungan dengan negara-negara yang berpandangan sama, daripada bergantung pada kekuatan eksternal yang tidak dapat diprediksi,” tambahnya.
Selama satu dekade terakhir, Vietnam telah menerapkan strategi "diplomasi bambu”, yang bertujuan untuk menyeimbangkan hubungan dengan semua negara besar.
MNEK: Latihan Non-Perang di Bali untuk Redakan Tensi Laut Cina Selatan
02:06
This browser does not support the video element.
Namun, negara ini masih terlibat dalam perselisihan teritorial yang sudah berlangsung lama dengan Cina atas Laut Cina Selatan, dan sentuhan diplomatik Hanoi yang lembut memicu kebencian publik di Vietnam. Banyak yang menganggapnya sebagai sikap tunduk terhadap "musuh historis”.
Dalam tiga tahun terakhir, pemerintah Vietnam telah menjalin kemitraan strategis yang komprehensif dengan sejumlah negara, termasuk Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan.
Iklan
Kepentingan bersama
Lam, yang menjadi pemimpin tertinggi Vietnam pada Agustus lalu setelah kematian pendahulunya Nguyen Phu Trong, turut mendorong hubungan yang lebih erat dengan negara-negara regional.
Zachary Abuza, seorang profesor di National War College di Washington, mengatakan bahwa Singapura adalah "negara dengan model politik yang sangat menarik” bagi pemimpin Vietnam tersebut.
Latgab Militer ASEAN Pertama
01:00
This browser does not support the video element.
"Lam berusaha untuk mengubah Vietnam dari negara dengan ideologi komunis menjadi negara dengan kepemimpinan otokrasi-pragmatis seperti Singapura,” katanya kepada DW.
Pada saat yang sama, Singapura mengharapkan kemitraan dapat meningkatkan pertahanan Vietnam, kata Abuza. Hal ini akan memungkinkan Hanoi untuk melawan dominasi militer Cina yang semakin meningkat di perairan Laut Cina Selatan yang disengketakan.
"Singapura jelas ingin melihat Vietnam berkembang secara ekonomi untuk mendukung militer yang lebih kuat, yang dapat menahan ‘perundungan' Cina,” katanya.