1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Warga Jerman Diculik di Irak

29 November 2005

Untuk pertama kalinya warga negara Jerman menjadi korban penculikan di Irak. Sejak hari Jumat lalu (25/11) Susanne Osthoff, seorang arkeolog Jerman dan supirnya, berada di tangan penculik.

Arkeolog Jerman Sabine Osthoff yang diculik di Irak
Arkeolog Jerman Sabine Osthoff yang diculik di IrakFoto: AP

Para penculik menuntut satu hal dari pemerintah Jerman: Jerman harus menghentikan segala bentuk kerja sama dengan pemerintah Irak.

Malam Selasa rapat darurat pertama untuk membahas kasus penculikan arkeolog Jerman dan supirnya dilangsungkan di departemen luar negeri Jerman di Berlin. Selasa pagi (29/11), kabinet Jerman di bawah pimpinan Kanselir Angela Merkel melanjutkan pembicaraan untuk mencari jalan keluar. Setelah pertemuan itu, Kanselir Angela Merkel menyampaikan pernyataan berikut:

"Pemerintah Jerman mengecam keras perbuatan ini. Kami menuntut pihak yang bertanggung-jawab untuk segera melepaskan kedua orang yang mereka tahan. Prioritas kami adalah menjaga dan melindungi hidup para tahanan. Kami turut merasakan kecemasan sanak keluarga korban dan kami berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan hidup kedua orang itu."

Warga Jerman yang diculik adalah Susanne Osthoff yang berasal dari negara bagian Jerman, Bayern. Arkeolog berusia 43 tahun itu sudah bertahun-tahun hidup di Timur Tengah. Ia beragama Islam, fasih berbahasa Arab dan bersuami laki-laki Yordania. Putrinya yang berumur sebelas tahun hidup di Jerman. Sejak pecahnya perang Irak, Susanne Osthoff tidak dapat melanjutkan pekerjaannya sebagai arkeolog. Karena itu, ia memilih untuk bekerja bagi organisasi bantuan di Irak.

Susanne Osthoff adalah salah seorang dari segelintir warga Jerman di Irak. Menurut mantan koordinator badan intelejen Jerman Bernd Schmidbauer, situasi di Irak tetap berbahaya bagi warga asing yang hidup di sana. Dalam wawancara dengan stasiun televisi Jerman N24, Bernd Schmidbauer menekankan, ancaman keamanan tetap ada di Irak.

Bernd Schmidbauer: "Situasinya seperti yang kita lihat sekarang. Ancaman itu ada. Setiap orang yang pergi ke Bagdad atau tinggal di daerah tersebut tahu hal itu, dan mereka tahu akan bahaya penculikan, seperti kasus yang baru terjadi ini."

Menurut berita media, sejak musim panas lalu, Susanne Osthoff menjadi target pimpinan kelompok berhaluan keras Abu Mussab al Sarkawi. Para penculik menyerahkan sebuah video kepada stasiun televisi pemerintah Jerman ARD di Bagdad. Mereka menuntut Jerman menghentikan dukungan bagi pemerintah transisi Irak. Jerman aktif di bidang pendidikan di negara itu. Sekitar 1.500 warga Irak mendapat pelatihan melalui sejumlah program yang dilaksanakan di luar Irak. Misalnya, di Emirat Arab, di mana sekitar 400 polisi dan 350 arsitek dari Irak sedang digembleng.

Politisi dari semua partai Jerman mengecam keras tindakan penculikan itu dan menyatakan akan mendukung penuh pemerintah Jerman. Sementara itu, polisi Jerman menilai penculikan itu sebagai pertanda, bahwa Jerman pun kini menjadi target kelompok Islam berhaluan keras. Masa, di mana kelompok ekstremis hanya menyerang negara yang memberikan dukungan militer kepada aksi Amerika Serikat, kini telah berakhir.