1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Warga Jerman Diculik di Irak

1 Desember 2005

Penculikan seorang warga Jerman di Irak menjadi tema sorotan utama harian-harian internasional. Untuk pertama kalinya sejak pecahnya perang Irak, seorang wanita warga Jerman diculik kelompok tidak dikenal.

Susanne Osthoff, warga Jerman yang diculik di Irak
Susanne Osthoff, warga Jerman yang diculik di IrakFoto: dpa

Diduga, kepentingan ekonomi memainkan peranan lebih besar, ketimbang kepentingan politik. Sebab semua mengetahui, Jerman adalah penentang utama perang Irak. Juga sejauh ini, Jerman tidak menjalin hubungan diplomatik dengan pemerintahan Irak.

Harian Italia Il Messagero yang terbit di Roma menulis komentar, diduga keras penculikan ini hanya bermotiv kepentingan ekonomi.

"Jerman boleh dikatakan tidak memiliki hubungan diplomatik maupun militer dengan Irak. Bantuan pendidikan polisi Irak, yang dilaksanakan di Uni Emirat Arab, tidak memiliki kontribusi besar dalam tema ini. Karena itu muncul dugaan keras, di balik penculikan ini sedikit sekali motiv politiknya dan amat menonjol kepentingan ekonominya. Tapi staf krisis yang langsung dibentuk oleh Kementrian Luar Negeri, memang harus mulai dari nol. Sementara Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier, di hari belakangan ini melakukan kunjungan resmi ke Washington untuk menormalkan kembali hubungan diplomatik yang tegang gara-gara perang Irak."

Harian Italia lainnya, La Repubblica menulis, sikap anti perang Jerman, tidak membuatnya kebal dari aksi penculikan.

"Pasifisme dan sikap penolakan perang Irak, yang diwariskan dari Gerhard Schröder kepada Angela Merkel, tidak mencukupi untuk membuat Jerman kebal dari aksi terorisme internasional. Bagi kanselir wanita pertama dalam sejarah Jerman, ujian pertama dalam krisis internasional datang sepekan setelah pengangkatannya. Uniknya, warga Jerman korban penculikan pertama di Irak juga seorang wanita."

Harian Rusia Gaseta yang terbit di Moskow menulis komentar, Jerman yang menentang perang Irak, kini juga menjadi korban.

"Jerman bersama Perancis dan Rusia merupakan penentang utama AS dan Inggris dalam tema perang Irak. Berlin mengecam keras invasi ke Irak dan meragukan laporan dinas rahasia AS, menyangkut dugaan senjata pemusnah massal di tangan Saddam Hussein. Sekarang Kanselir Angela Merkel menyatakan, pendekatan kembali dengan Washington merupakan program politik luar negeri terpenting dari pemerintahannya. Belum diketahui, apakah aksi penculikan ini akan mendorong perubahan haluan politik."

Harian Jerman Stuttgarter Nachrichten menulis, kita sering terlalu yakin, aksi penculikan semacam itu tidak akan terjadi terhadap warga Jerman.

"Pemerintah Jerman memang tidak dapat melakukan tindakan, ketika tentara Amerika menyerbu Bagdad. Sikap anti perang Irak itu dinilai merupakan sebuah jaminan bagi warga Jerman. Namun ternyata keyakinan itu keliru. Kita baru menyadarinya sekarang. Padahal sejak lama diketahui, kekacauan di Irak tidak hanya melahirkan jaringan teror baru, melainkan juga para bandit, penjahat, pemeras dan para penculik manusia. Kelihatannya Jerman kini menghadapi para penculik yang mencari uang tebusan. Jika benar, Susanne Osthoff yang diculik punya peluang untuk tetap hidup. Dalam kondisi darurat, uang dapat menolong. Tapi keputusan politik tidak banyak artinya."

Masih berkaitan dengan aksi kekerasan di Irak, tindakan dinas rahasia AS-CIA menerbangkan tersangka teroris ke luar negeri, kemudian menyekap atau menyiksanya di penjara-penjara rahasia di Eropa, dinilai oleh harian Austria Der Standard yang terbit di Wina sebagai tindakan yang justru menyuburkan terorisme.

"Jika AS memanfaatkan kurangnya persatuan di Uni Eropa dengan menerapkan prinsip 'tujuan menghalalkan cara', maka dalam jangka menengah dan jangka panjang aksi ini akan berdampak sebaliknya dari tujuan. Buktinya sudah terlihat dalam perang Irak. Invasi militer AS itu bukannya meredam, akan tetapi mendorong berlanjutnya aksi terorisme. Sekarang, dengan aksi penerbangan tahanan secara rahasia, para teroris mendapat alasan baru yang sangat bagus untuk terus melanjutkan aksinya."