Warga Jerman Pertama Meninggalkan Togo
30 April 2005LOME:
Sehubungan dengan terus berlanjutnya tindak kekerasan di Togo, gelombang pertama warga Jerman meninggalkan negara yang terletak dibagian barat Afrika tersebut. Dengan demikian mereka mengikuti seruan yang disampaikan Kementerian Luar Negeri di Berlin. PBB mencemaskan situasi di Togo. Koordinator bantuan kemanusiaan PBB Jan Egeland mengatakan, disejumlah wilayah di Togo dilaporkan terjadi tidak kekerasan yang membabi buta terhadap warga sipil. Sekitar 6 ribu warga melarikan diri ke negara tetangga Benin dan Ghana. Kerusuhan berdarah di Togo pecah setelah pemilihan presiden yang kontroversial hari Minggu lalu. Jumat malam lalu, kelompok bersenjata membakar gedung Goethe Institut di Ibukota Lome. Pemerintah Togo menuduh Jerman, berpihak kepada kelompok oposisi.