Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Raja Yordania Raja Abdullah II membahas sejumlah hal termasuk kondisi terkini konflik Gaza. Menlu Sugiono menyatakan Yordania siap mendukung pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan Yordania siap mendukung pengiriman pasukan Indonesia ke GazaFoto: Kemlu/Adit
Iklan
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Raja Yordania Raja Abdullah II membahas sejumlah hal termasuk kondisi terkini konflik Gaza. Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Yordania siap mendukung pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza.
Hal itu disampaikan oleh Sugiono usai mendampingi Prabowo dan Raja Abdullah II di Istana Basman, Amman, Yordania, Rabu sore (25/2) waktu setempat.
"Intinya adalah bahwa Yordania juga siap memberikan dukungan dan support-nya kepada Indonesia pada saat nanti kita mengirimkan pasukan," ujar Sugiono.
Selain dukungan itu, pertemuan bilateral yang berlangsung antara Indonesia-Yordania juga membahas teknis terkait militer dengan kesepakatan untuk saling membantu sesuai kebutuhan. Pertemuan juga menindaklanjuti beberapa kerja sama yang telah dibahas saat kunjungan Raja Yordania ke Jakarta beberapa waktu lalu.
Board of Peace dan Upaya Rekonstruksi Gaza
Board of Peace, forum internasional yang digagas oleh Donald Trump, mengusung agenda rekonstruksi dan stabilisasi Gaza. Negara mana saja yang memberikan dukungan, dan apa peran Indonesia dalam inisiatif ini?
Foto: Mark Schiefelbein/AP Photo/picture alliance
Dari Davos ke Washington
Pada Januari 2026, Presiden AS Donald Trump menggagas pembentukan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian untuk mengawasi proses perdamaian di Gaza. Satu bulan usai penandatanganan piagam BoP di Davos, Swiss, Trump mengundang negara anggota ke Washington, D.C. untuk menghadiri pertemuan perdana pada 19 Februari 2026. Dari total 60 negara yang diundang, 27 negara menyatakan kesediaannya hadir.
Foto: BPMI Sekretariat Presiden
Lembaga rekonstruksi khusus Gaza
BoP lahir dari kesepakatan gencatan senjata yang dinegosiasikan Israel dan Hamas untuk mengakhiri dua tahun perang. Meski awalnya dibentuk sebagai lembaga rekonstruksi khusus Gaza, piagamnya berkembang menjadi mandat yang lebih luas dan ambigu. Para anggota wajib membayar $1 miliar untuk memperpanjang keanggotaan setelah dua tahun pertama, dan Trump mengangkat dirinya sendiri sebagai ketua.
Foto: Denis Balibouse/REUTERS
BoP pesaing PBB?
Piagam BoP menyatakan bahwa “perdamaian yang berkelanjutan membutuhkan penilaian yang pragmatis, solusi yang masuk akal, dan keberanian untuk meninggalkan pendekatan serta institusi yang terlalu sering gagal.” “Piagam itu (BoP) secara terang-terangan dimaksudkan sebagai tantangan terhadap PBB dan merupakan tanda ketidakpercayaan terhadap PBB,” ujar Eliav Lieblich, pakar hukum internasional.
Foto: Mike Segar/REUTERS
Komitmen dana dan pengiriman pasukan
Terdapat komitmen pendanaan sebesar $7 miliar dari sembilan negara anggota BoP untuk paket bantuan Gaza. Mereka adalah Kazakstan, Azerbaijan, UEA, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait. Sementara itu Indonesia, Maroko, Kazakstan, Kosovo, dan Albania menyatakan kesediaan mengirim pasukan ke Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).
Foto: Mark Schiefelbein/AP Photo/picture alliance
Keterlibatan Uni Eropa
Bulgaria, Hungaria, Albania, dan Kosovo adalah negara Eropa yang bergabung sebagai anggota penuh BoP. Sementara Italia, Siprus, Yunani, dan Rumania, serta Uni Eropa (UE), memutuskan untuk bergabung sebagai pengamat, yang berarti mereka tidak akan terlibat dalam pengambilan keputusan. Menurut seorang juru bicara, UE memiliki “sejumlah pertanyaan” mengenai beberapa bagian dari piagam BoP tersebut.
Foto: Chip Somodevilla/Getty Images
Peran Indonesia dalam BoP
Saat menghadiri pertemuan perdana BoP di Washington, Indonesia menjadi negara pertama yang terbuka menyatakan kesediaan mengirim pasukan. Presiden Prabowo menyampaikan dukungan terhadap rekonstruksi dan stabilisasi, termasuk kelanjutan gencatan senjata. Indonesia juga disebut akan berperan sebagai komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) dengan mengerahkan hingga 8.000 prajurit ke Gaza.
Foto: Denis Balibouse/REUTERS
Pasukan untuk tugas kemanusiaan
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pasukan yang dikirim akan berada di bawah kendali Indonesia, dengan tugas kemanusiaan, bukan tempur. Kementerian Luar Negeri RI juga mengatakan pengiriman pasukan tidak boleh dianggap sebagai langkah menuju normalisasi hubungan dengan Israel. Pasukan akan ditarik dan RI akan keluar dari BoP jika misi berubah atau dewan gagal memperjuangkan hak Palestina.
Foto: Claudio Pramana/ZUMA/picture alliance
Keraguan dalam pengiriman pasukan
Masyarakat sendiri tidak sepenuhnya setuju dengan rencana pengiriman tentara ke Gaza, jelas Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional UI. "Di tingkat akar rumput, ada kecurigaan bahwa BoP hanya menjadi perpanjangan rencana Netanyahu melalui Presiden Trump,” ujarnya. "Ada kekhawatiran bahwa Pasukan Stabilisasi Internasional mungkin akan mencoba melucuti senjata Hamas,” tambah Hikmahanto.
Foto: Suzanne Plunkett/empics/picture alliance
Janji miliaran dolar untuk Gaza
Presiden Trump menjanjikan $10 miliar, tapi tidak menjelaskan ke mana dana tersebut akan dialokasikan. “Setiap dolar yang dikeluarkan adalah investasi bagi stabilitas dan harapan akan sebuah kawasan yang baru dan harmonis,” ujarnya.
Foto: Fabrice Coffrini/AFP
FIFA mendukung rekonstruksi Gaza lewat sepak bola
FIFA juga ikut menandatangani perjanjian kemitraan BoP. Rencana kolaborasi dengan FIFA mencakup pembangunan 50 lapangan mini dekat sekolah dan area permukiman di Gaza, lima lapangan di berbagai distrik, sebuah akademi FIFA berteknologi tinggi, serta stadion nasional baru berkapasitas 20.000 kursi. Trump mengatakan bahwa FIFA akan menggalang $75 juta untuk proyek-proyek terkait sepak bola di Gaza.
Foto: Will Oliver - Pool via Consolidated News Photos/picture alliance
10 foto1 | 10
Pembahasan teknis militer
"Kemudian beberapa hal yang sifatnya teknis dari segi militer juga akan saling bantu. Selain itu juga ada pembicaraan mengenai beberapa kerjasama yang selama ini sudah dibicarakan pada saat kunjungan terakhir yang kemarin dari Raja Yordania ke Jakarta juga," ujarnya.
"Ada beberapa progres yang berjalan dan akan ada follow-up di beberapa hal yang masih dibutuhkan untuk ditindaklanjuti," lanjutnya.
Sebelumnya, Prabowo dan Raja Abdullah II menggelar pertemuan di Istana Basman, Amman. Pertemuan itu berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat persahabatan.
Usai pertemuan, Prabowo langsung bertolak menuju Bandar Udara Militer Marka. Namun yang menjadikan momen ini begitu berkesan adalah sikap personal Raja Abdullah II yang tak sekadar melepas secara protokoler. Raja Abdullah II bahkan menyopiri langsung Presiden Prabowo menuju ke bandara.