1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Yunani Dapat Bantuan 6,8 milyar Euro

9 Juli 2013

Para menteri keuangan zona Euro setuju mengucurkan bantuan 6,8 miliar untuk Yunani. Tapi Yunani harus melanjutkan langkah reformasi.

Municipal workers protest outside parliament in Athens July 8, 2013.
Protes di AthenaFoto: Reuters

Laporan kelompok Troika tentang Yunani menyebut beberapa hal positif. Troika terdiri dari Uni Eropa, Dana Moneter Internasional, IMF dan Bank Sentral Eropa, ECB. Yunani dinilai telah melakukan beberapa kemajuan dalam langkah penghematan dan reformasi. Namun masih ada bidang yang terbengkalai. Misalnya reformasi birokrasi dan privatisasi perusahaan negara.

Penyaluran dana bantuan kepada Yunani tergantung dari evaluasi troika. Setelah membahas laporan troika, para menteri keuangan akhirnya setuju untuk mengucurkan bantuan 6,8 milyar Euro untuk Yunani. Tapi dana ini tidak diberikan sekaligus. Yunani diminta menuntaskan pembaruan sistem pajak dan mengurangi jumlah pegawai negerinya.

Jerman dan Austria yang sering mengeritik lambatnya reformasi di Yunani menyetujui bantuan dana yang baru. Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schäuble menerangkan: "Di Yunani semuanya tidak mudah. Ini bukan hal baru. Tapi saya optimis, kami akan berhasil menempuh jalan yang sulit ini dalam bulan-bulan mendatang."

Menteri Keuangan Austria Maria Fekter juga memberi penilaian positif. "Pertumbuhan ekonominya lebih baik dari yang diperkirakan. Sektor pariwisata bangkit lagi. Mereka sekarang harus mendorong reformasi struktural," tegasnya. Dulu Austria yang paling keras mengeritik Athena. Pengucuran dana bantuan untuk Yunani sering tertunda karena penolakan Austria. Tapi sekarang Austria mulai berubah sikap.

Krisis di Portugal

Para menteri keuangan juga membahas krisis pemerintahan di Portugal. Minggu lalu, Menteri Keuangan Victor Gaspar mengundurkan diri. Gaspar menganggap sudah tidak ada dukungan masyarakat untuk politik penghematan yang dijalankan pemerintah Portugal. Mundurnya Gaspar sempat mengguncang pasar keuangan. Suku bunga untuk surat obligasi Portugal naik tajam. Tapi Perdana Menteri Portugal Pedro Passos Coelho berhasil mempertahankan koalisi pemerintahan.

Bagi Wolfgang Schäuble, krisis di Portugal tidak berbahaya dan sudah diselesaikan. "Memang kadang-kadang terjadi krisis pemerintahan", kata Schäuble. Ia mengaku tidak terlalu kaget dengan mundurnya Victor Gaspar. "Selama beberapa tahun terakhir, Portugal sudah menjadi sangat stabil. Karena itu saya tidak kuatir dengan situasi saat ini. Portugal akan melanjutkan politik penghematan yang cukup sukses", tandasnya.

Peringatan Bank Sentral Eropa

Ketua Bank Sentral Eropa ECB, Mario Draghi memperingatkan bahwa krisis ekonomi masih mengancam. Draghi tidak berbicara langsung kepada para menteri keuangan Uni Eropa. Ia tampil di hadapan Komisi Ekonomi dan Mata Uang. Tapi pidatonya jelas-jelas ditujukan kepada para menteri keuangan.

Menurut Mario Draghi, masalah terbesar saat ini adalah ancaman resesi. "Kegiatan ekonomi di kawasan Euro mengalami kemunduran selama enam kuartal berturut-turut. Perkembangan di pasar kerja sangat lemah", paparnya. Ancaman lain adalah lemahnya permintaan dan investasi di zona Euro dan reformasi struktural yang belum berjalan baik.

Mario Draghi menggambarkan beberapa resiko besar yang masih dihadapi negara-negara Eropa. Inti pidatonya adalah: Tidak ada alasan untuk panik, tapi Eropa tetap harus bekerja keras untuk keluar dari krisis ekonomi.

hp/ab (dpa, rtd, afp)

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait